
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Kondisi Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memprihatinkan. Apalagi Target PAD Rp 5 Milyar / Tahun dari Seluruh Pasar.
Pantauan Wartawan, Senin (3/11), jalan utama di dalam pasar tergenang air dan berlumpur, membuat aktivitas jual beli terganggu.
Genangan air hampir menutupi seluruh badan jalan. Sejumlah kendaraan becak bermotor dan sepeda motor terlihat kesulitan melintas.
Pedagang sayur mengaku dagangannya tidak laku karena pembeli enggan masuk ke dalam pasar.
“Jalan saja tergenang begini, mana ada pembeli mau masuk. Sayur kami tidak laku,” keluh seorang pedagang Marga Nasution, Senin(02/11) siang.
Ironisnya, di tengah kondisi fasilitas yang minim, Bupati Madina dikabarkan menuntut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar.
Pedagang mempertanyakan logika tersebut. Menurut mereka, peningkatan PAD seharusnya diimbangi dengan perbaikan fasilitas dasar seperti drainase, pengerasan jalan, dan kebersihan.
Kepala Dinas Perdagangan Madina, Zulham Yang dikonfirmasi, Via selular, Selasa(03/11) mengutarakan bahwa Target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari Retribusi Pasar yang ada di Mandailing Natal, sekitar Rp 5 Milyar/ Tahun termasuk dari Pasar Baru Panyabungan.
Kata Zulham, hingga 03 November 2026, Retribusi Pasar baru dapat sekitar 1,3 Milyar dari Target Rp 5 Milyar.
Betulkah harus dapat Rp 5 Milyar, itukan Targetnya, kita tetap berusaha sesuai petunjuk yang disampaikan Pimpinan, tapi melihat % yang diperoleh saat ini sangat tidak mungkin
Kenapa..? Saya menjadi Kadis Perdagangan baru beberapa bulan, sebelumnya dapat Rp 700.000.000.- dan setelah saya menjadi Kadis dapat Rp 600.000.000,- karena ada juga sudah dua(2) tahun belum bayar Retribusi.
Malah, kita saat ini sedang mengajukan Target PAD diturunkan, sudah kita dekati Bapenda Madina agar Target PAD diturunkan dikondisi saat ini. Ujar Mantan Ajudan Bupati Madina itu(Isk/Dita)
Admin : Iakandar Hasibuan…








