Kasus Teror Wartawan, Pemred StartNews dan Mandailing Online Desak Polisi Tuntaskan 

Foto Hanya Pemanis Berita

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemimpin redaksi StartNews.co.id (Radio Start FM Panyabungan) Saparuddin Siregar mendesak penyidik Polres Mandailing Natal (Madina) segera menuntaskan proses hukum terhadap pelaku yang mengintimidasi wartawan TVRI dan StartNews terkait pemberitaan praktik curang penjualan BBM di SPBU Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Madina.

“Polisi harus segera menuntaskan kasus ini agar masalah serupa tidak terulang dan menimpa wartawan lainnya,” kata Saparuddin Siregar, Rabu (14/8/2024).

Menurut dia, siapapun tidak dibenarkan mengintimidasi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Oknum Pelaku Teror kepada Wartawan

“Jangankan mengintimidasi, menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik pun sudah bisa dikenakan pidana sesuai Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Itu sebabnya, dia mendorong Polres Madina segera mengusut tuntas kasus intimidasi terhadap wartawan. Walaupun masih sebatas teror melalui pesan WhatsApp, menurut dia, si pelaku telah menimbulkan keresahan terhadap keluarga korban. “Orang yang bersangkutan telah mempunyai niat melakukan tindak pidana,” katanya.

Dia menegaskan tindakan intimidasi dan persekusi terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik menjadi ancaman nyata bagi kemerdekaan pers.

“Jika merasa dirugikan oleh pemberitaan, ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh. Mulai dari hak koreksi, hak jawab, somasi, dan laporan ke Dewan Pers. Bukan dengan cara main teror,” katanya.

Wartawan TVRI Madina M.Agussalim Hasibuan

Selain memproses hukum pelaku teror, menurut dia, polisi juga harus mengusut dugaan praktik curang penjualan BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Pasalnya, penjualan BBM ke konsumen pakai jerigen tersebut yang menjadi akar persoalan yang memicu tindakan teror terhadap wartawan yang memberitakan.

Sementara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Hanapi Lubis menilai ada kejanggalan pada video permintaaan maaf pelaku teror yang didampingi polisi.

“Di video yang beredar, pelaku teror meminta maaf. Namun, di samping kiri dan kanan pelaku didampingi sama Kapolsek Linggabayu dan anggota. Ini kan aneh,” kata Hanapi.

Menurut Hanapi, Kapolsek dalam video itu tidak menjelaskan keterlibatannya dalam permintaan maaf pelaku teror. “Apakah itu atas permintaan Pak Kapolsek atau bagaimana,” kata Hanapi.

Dia juga berharap pihak kepolisian menjelaskan masalah tersebut, sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan lain terhadap kepolisian. (Rel/Red).

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Wabup Madina Ajak Masyarakat Tekan Inflasi Dengan Memanfaatkan Pekarangan

    PARBANGUNAN(Malintangpos Online): Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan sejenisnya sebagai upaya menekan inflasi. Ajakan itu disampaikan Atika saat…

    Read more

    Continue reading
    Bupati Madina Perintahkan Dinas PUPR Segera Perbaiki Rambin di Desa Sipogu

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera meninjau rambin di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, untuk segera diperbaiki.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses