Keruhnya Aek Batang Natal Tanggung Jawab Siapa..?

SEKARANG Ini dari pernyataan, komentar masyarakat terhadap keruhnya Sungai(Aek) Batang Natal yang hilirnya ke Laut Natal di Kabupaten Mandailing Natal, menjadi sorotan dari sejumlah elemen dan termasuk Aktivis dan per orangan.

Kenapa rupanya..?  Tim Wartawan Malintang Pos Group yang dipimpin Dita Risky Saputri Hasibuan, SKM yang Lulusan FKM Universitas Sumateta Utara, selama 3 hari mengumpulkan informasi, membuat tulisan secara bersambung, baik di Online maupun Koran Malintang Pos.

” Banyak kali gayamu, bilang ke Pimpinan mu, kami tidak takut, buat besar-besar di Media kalian, ” Kalimat itulah di ucapkan seorang warga pertama sekali saat Wartawan sampe di Desa Ampung Siala Kec. Batang Natal,Jumat(17/7) menjelang sore.

Selain itu, warga tersebut dengan wajah sangar dan mata melotot berkata ” Ulang ko lupa da, dokon di Bos Muyu i, inda mabiar kami berita ni Malintang Pos, anggo inda idokon ko, ulang berita on soal Tambang da, utandai do rupomu da, tulis komu godang – godang, ” ujar seorang yang diduga memiliki alat berat Eskavator di daerah itu.

Adanya ucapan oknum penambang tersebut, Wartawan Malintang Pos menghubungi Pimpinan Umum Iskandar Hasibuan dan langsung mengatakan ” Jangan gentar, laporkan ke Polisi jika merasa terancam, kumpulkan data, biar kita muat besar – besar di koran kita ” Sebut Pimpinan Umum Malintang Pos Iskandar Hasibuan, Jumat malam(17/7) dan mengingatkan tetap hati – hati.

Kenapa tidak ada yang berani Stop Tambang Emas di Batang Natal dan sekitarnya..?  Yang mampu menjawabnya tentu Aparat Penegak Hukum(APH) dan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Kapolres Madina, kalau Guru ditanya pasti ngak bisa menjawabnya sebab persoalan Tambang Emas di Batang Natal dilematis.

Seperti cerita Pimpinan Umum Malintang Pos Group Iskandar Hasibuan, ketika Malintang Pos menyoroti pertambangan Emas di pegunungan Hutabargot, banyak ancaman dan terror yang muncul ke Pimpinan Malintang Pos dan bahkan ada oknum suruhan dari toke – toke Tambang ” Mengancam ” serta terror lainnya.

Begitu juga dengan soal Tambang Emas memakai Alat Berat Eskavator di Sepanjang DAS Batang Natal, ketika ada yang beritakan Tambang akan ada oknum yang kepanasan, sebab merasa terganggu.

Tetapi, ketika muncul Bencana Alam atau ada warga yang meninggal akibat kelalaian penambang, maka yang disalahkan pemerintah, serta ketika terganggu akibat berita,maka akan muncul ” preman bayaran ” yang mau saja dibayar, tanpa memikirkan dampak yg muncul dimasa mendatang, dilematis memang soal ” Tambang Ilegal ” di sepanjang DAS Batang Natal(Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.