Ketua DPP.LSM TUMPAS, Gas Elfiji 3 Kg Rp 34.000,- di Kecamatan Nagajuang

Kanan Bisri Samsuri

NAGAJUANG(Malintangpos Online):  Harga liquified Petroleum gas (LPG) tabung 3 kg di Kecamatan Naga Juang Madina, Propinsi Sumatra Utara, dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). LPG itu dijual bervariasi mulai dari Rp 32 ribu hingga Rp34 ribu per tabung.

            Persekongkolan agen di duga mengubah menjadi penyebab mahalnya LPG di Kabupaten Mandailing Natal,sehingga menjadi keluhan bagi ibu-ibu rumah tangga dan selain harga melambung tinggi, juga barangnya sulit diperoleh.

                Demikian disampaikan oleh Salah satu Kepala Desa di Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal Sabtu 11 Januari 2020 melalui soluler kepada ketua Harian DPP LSM Team Upaya Masyarakat Peduli Amanah Sejahtera ( DPP LSM TUMPAS)

                Terkait itu,Ketua DPP LSM TUMPAS telah mengintruksikan kepada Pengurus DPD maupun Kader LSM TUMPAS Untuk peduli terhadap keluhan masyarakat ini karena menurut beliau salah satu musuh kesejahteraan Rakyat ya Hal yg seperti ini

Kata dia, pemerintah kan sudah memberi subsidi supaya LPG harganya bisa terjangkau ya tujuannya untuk mendukung kesejahteraan Rakyat, janganlah kita mempermainkan upaya mulia dari pemerintah ini,

 Bisri Samsuri Nasution yang saat ini menjadi ketua Harian DPP LSM TUMPAS Kepada Wartawan, bahwa Ditemukan, harga jual barang subsidi jauh di atas HET yang ditetapkan Pemerintah, dimana seharusnya Masyarakat hanya membeli Rp.19.000 / tabung isi 3 Kg tapi kenyataannya masyarakat membeli mencapai RP.34.000.000 Per Tabung.

Sebenarnya untuk mengatasi mahalnya harga Gas Elpiji Beberapa kepala desa telah memberi permohonan untuk bisa menjadi Agen LPG di desanya kepada kepala bidang perekonomian Kabupaten  Mandailing Natal namun di sayangkan sulitnya Bukan Main ungkap Bisri Samsuri Nasution kepada wartawan.

                Bahkan,Menurut Bisri harusnya HET untuk tingkat pangkalan itu Rp 14 ribu per tabung dan di jual ke masyarakat Rp.19.000/tabung. Saya berharap Teman-teman LSM juga pihak kepolisian ikut memantau keadaan ini demi untuk mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal.(Red-Rel)

 

 

Admin : Siti

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Marsialapari: Ketika Tradisi Gotong Royong Tetap Relevan di Era Modern

Ada hal-hal yang berubah begitu cepat dalam kehidupan kita. Cara bekerja berubah,cara berkomunikasi berubah, bahkan cara orang saling membantu pun perlahan mengalami perubahan. Dulu, ketika pekerjaan di sawah cukup berat…

Read more

Continue reading
Merasa Dibodohi Kepala Desa, Warga Harapkan Bupati Madina Panggil Empat Kades di Siulangaling Untuk Klarifikasi

SIULANGALING(Malintangpos Online): Empat Kepala Desa diwilayah Siulangaling ( Desa Ranto Panjang, Desa Lubuk Kapundung, Desa Lubuk Kapundung II dan Desa Hutarimbaru ) Kecamatan Muara Batang Gadis, melalui Surat Nomor :…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses