Madina Gempar, Gara-Gara BLT-DD Kades Hutapuli Mundur

HUTAPULI(Malintangpos Online): ” Nasi Telah Menjadi Bubur, ” Kalimat itu yg cocok disampaikan Kepada Kades Hutapuli Kec. Siabu Hanafi, karena gara-gara pembagian BLT-DD warganya memblokir jalan dan Kades sendiri akhirnya Mengundurkan diri setelah didesak warganya

” Gempar Kec Siabu Mandailing Natal di Desa Hutapuli. Masyarakat meminta keadilan terhadap pemerintah Mandailing Natal,” sebut warga.

Karena, Masyarakat menuntut kades agar berhenti dari jabatan Dan tidak pantas menjadi kepala desa mereka.

Akhirnya, Penutupan jalan atau memblokade  jalinsum di lakukan masyaratak desa Hutapuli dengan membentangkang kayu Dan membakar ban bekas agar tidak Ada yang bisa melewati jalan.

Terlihat, Sejumlah polisi,TNI-AD Dan Satpol PP ,pegawai kecamatan turut hadir ke Desa Hutapuli.

Dalam acara pertemuan di Balai Desa, terdengar Cacian,Makian Dan di soraki masyarakat terhadap kades, Mundur. Mundur kau Kades”.sorak masa

Terlihat, Mediasi yang begitu alot ahirnya menemukan hasil., kades mengikrarkan pengunduran dirinya Senin(16/6 )14 :28 WIB yang di saksikan ribuan massa. di sebuah ruangaan di desa Hutapuli.

Saat mandengar ikrar atau pengunduran dirinya, masyarakat bersiul ria Dan jalan yang tadi di belokade hingga menimbulkan kemacetan 4 km. Langsung di bukak.

Sejumlah kiramil. Polisi membersihkan jalan akibat ban bekas yang mereka Baker.

Hingga saat ini Mantan Kades belum bisa dimintai komentanya(Nanda)

Admin : dita

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    SERI 4 DARI 6 — TAK BECUS URUS SAMPAH, PEMKAB MADINA SUDAH HARUS MENYERAH!

    MADINA TAK BERDAYA DI HADAPAN SAMPAH Kripis Lingkungan || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Setelah dapat perintah dan sanksi dari Pusat, mengapa Madina Tak Mampu Benahi TPA? Ada satu kenyataan yang…

    Read more

    Continue reading
    Lab. Tarbiyah, Prodi MPI, dan HMPS MPI STAIN Madina Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Desa Gunung Manaon

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir, Laboratorium Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) MPI berkolaborasi…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses