Mandailing Natal Menjelang Pilkada 2020(1) Oleh : Iskandar Hasibuan

PENDAFTARAN Bacalon Bupati/Wakil Bupati,sesuai jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD) Kabupaten Mandailing Natal, tanggal 4,5,6 September 2020.

Informasi yang berkembang dan telah Viral di Media Sosial dan di tengah-tengah masyarakat sekarang ini,hanya Tiga(3) Pasangan Calon(Paslon) yang ikut bertarung untuk merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal di 09 Desember 2020 mendatang ini.

Antara lain, HM.Sofwat Nasution /Ir.H.Zubeir Lubis yang saat ini telah mengantongi Demokrat 5 Kursi, PAN 3 Kursi dan Berkarya 1 Kursi dan tidak tertutup kemungkinan ada lagi Partai lain yang memberikan dukungan.

Selain itu, Paslon HM.Jafar Sukheri Nasution/ Atika Azmi Utammi Nasution yang di rekomendasi PKB 4 kursi dan PKS 4 Kursi, juga tidak tertutup kemungkinan ada lagi Parlol yang memberikan dukungan.

Serta Paslon Drs.H.Dahlan Hasan Nasution / H.Aswin Parinduri,SH yang di rekomendasi Golkar 5 kursi, PPP 2 Kursi, Perindo 2 kursi, PKPI 1 Kursi serta mungkin ada lagi Parpol yang memberikan dukungan,Karena ada lagi sejumlah Parpol yang belum mengeluarkan Rekomendasi.

Catatan Penulis, dari tiga(3) Paslon Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal, tersebut yang membuat masyarakat heran disebabkan mungkin, antara Drs.H.Dahlan Hasan Nasution selaku Bupati Madina sekarang dan HM.Jafar Sukheri Nasution Wakil Bupati Mandailing Natal yang masih aktif,sepertinya tidak harmonis lagi.

Kenapa bisa begitu..?  Tentu yang bisa menjawabnya itu adalah Dahlan dan Suheri, sebab jika TS(Tim Sukses) yang menjawab akan muncul fitnah dan buktinya di Facebook /Medsos terjadi pro dan kontra soal hubungan Bupati/Wakil Bupati Madina yang masih aktif tersebut.

Misalnya, soal tidak hadirnya Wakil Bupati Madina HM.Jakfar Sukheri Nasution di Upacara HUT Ke-75 di Blok C Taman Raja Batu Panyabungan Senin 17 Agustus 2020, terjadi pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, juga di Media Sosial juga terjadi pro dan kontra.

Sukheri yang dihubungi Wartawan, mengaku tidak mendapat Undangan,pihak Panitia yang juga dihubungi Wartawan,mengaku mengantar Undangan kepada Wakil Bupati Madina, melalui Ajudan atau sesuai Undangan resmi pemerintah, tentu masyarakat bingung.

Sebelumnya juga, acara Paripurna Istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan di Gedung DPRD baik Bupati maupun Wakil Bupati Madina, sama-sama tidak hadir dan muncul di Medsos Wakil Bupati Madina tidak di Undang, tapi Informasi dari DPRD, baik Bupati dan Wakil Bupati resmi di Undang, lagi-lagi masyarakat heran.

Selain itu, Pemda Madina sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengelola APBD, juga setiap membuat spanduk dan Baliho sudah lama tidak membuat foto Wakil Bupati Madina, sehingga membuat masyarakat lagi heran, sambil berkata ” Kok Bisa ” begitu.

Lucunya, jika warga yang pro Bupati akan memberikan argumentasi bahwa Bupati lah yang benar begitu juga dengan yang pro Wakil Bupati akan mengatakan Wakil Bupati semacam di zolimi,tentu yang heran dan bingung adalah masyarakat(Bersambung Terus)

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.