Mopen Tidak Mau Buka Trayek, Warga Miskin Jalan Kaki

INDONESIA Merdeka sudah 75 Tahun, Mandailing Natal menjadi Otonom pisah dari Tapanuli Selatan sudah lebih 20 Tahun(9 Maret 1999 – 9 Maret 2020), tetapi warga yang tidak mampu beli Honda, terpaksa Jalan kaki dari Desa Panjaringan – Laru Kec. Tambangan, karena jalan yang rusak dan tidak pernah di perbaiki.

Curhatan warga Panjaringan ke Malintangpos Online ” Au 7 taon au lao ngon dalanaon satiop hari kamis mulak ngon sikola pesantren ”
Aso soni..?  ” Harana indara motor pataruna ben jat na dalannai,Kadang son onma kondisi dalanna udan dope,
Sada iba ma mulak harana inda dong kareta niba,sebut Aflan Hasibuan.
Bahkan,pas pertama au mulak ngon sikola pas kls sada langsung lao mai
Sampe mulak terkahir kls 7 on lao juo,ujar Aflan Hasibuan lagi.
” Pala di pesantrenan i sajo ma bahan bullyan n alk jiba,” Ujar Aflan Hasibuan dengan logat Mandailing.

Hemat Penulis, curhatan anak Pesantren yang kalau pulang kampung selama tujuh(7) tahun ini sudah merupakan bentuk kekecewaan kepada Pemerintah, karena curhatan itu baru sekarang ini disampaikan.

Penulis yang langsung ke lokasi di Desa Panjaringan, mendapat informasi, bahwa setiap acara Musrenbang di Kecamatan Tambangan, masalah keadaan jalan selalu disampaikan, tetapi jawabnya hanya STNK ( Sabar, Tunggu, Nanti, Kita Pikirkan)( Bersambung Terus)

Admin : Iskandar Hasibuan

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.