Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Desa

Muhammad Ridwan Pasaribu, S.H
Generasi Milenial Mandailing Natal

Berbicara pemberdayaan, diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat.

Oleh karenanya, pemberdayaan masyarakat perlu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat.

Kompetensi yang dapat dikembangkan seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, dan kemampuan dalam pertanian dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Kemudian, perilaku yang perlu diubah, yaitu perilaku yang merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan.

Karenanya, pada masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain.

Pemberdayaan masyarakat muncul karena adanya suatu kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah, sehingga mereka tidak mampu dan tidak tahu.

Ketidakmampuan dan ketidaktahuan masyarakat mengakibatkan produktivitas mereka rendah.

Idealnya, yang dikembangkan dari masyarakat yaitu potensi atau kemampuannya dan sikap hidupnya.

Kemampuan masyarakat dapat meliputi antara lain kemampuan untuk bertani, berternak, melakukan wirausaha, atau ketrampilan membuat home industri.

Dapat juga dengan menyediakan buku-buku bacaan yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan atau peminatan masyarakat. Masih banyak bentuk lainnya yang bisa diupayakan.

Harapannya, masyakarat dapat diberdayakan sesuai dengan kompetensinya, baik dalam konteks kabupaten, Kecamatan, dan Desa.

Penulis : Muhammad Ridwan Pasaribu, S.H
Generasi Milenial Mandailing Natal

Admin : Dita Risky Saputri,SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Bupati Madina Buka Bersama 186 Anak Yatim dan Piatu Lembah Sorik Marapi

    LEMBAH SORIK MERAPI(Malintangpos Online):Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution buka puasa bersama 186 anak yatim dan piatu se-Kecamatan Lembah Sorik Marapi di Masjid Al Falah, Kelurahan Pasar Maga, pada…

    Read more

    Continue reading
    Wabup Madina Ajak Masyarakat Pelihara Anak Yatim

    SIABU(Waspada.Id):Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengajak masyarakat untuk ikut serta memelihara anak yatim sebagaimana yang diperintahkan agama. Seruan itu disampaikan Wabup Atika saat menyantuni anak…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses