Pemda Madina Tidak Siap, Virus Corona Bukan Penyakit Gatal – Gatal

Terkait dengan RDP( Rapat Dengar Pendapat) Komisi IV DPRD Mandailing Natal dengan Tim GTPP Covid-19 Madina sudah sepatutnya membuat banyak orang marah.

Betapa tidak, kesan akhir ini kita mendengarnya menunjukkan betapa tidak seriusnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyikapi ancaman wabah corona di kawasan ini.

Tidak masuk akal rasanya, ketika orang-orang di garda depan pemeriksaan Corona di tiga tempat di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, sama sekali tidak dilengkapi dengan APD yang memadai.

Kasihan para tenaga honorer yang ikut bergiliran menjadi tim di perbatasan. Saya tahu betul, mereka harus membeli mantel sendiri yang harganya sampai 180 ribu.

Belum lagi masker. Belum lagi transport mereka ke unit tugas. Mereka harus mencari duit sendiri. Karena sama sekali belum ada biaya yang dianggarkan untuk menopang kebutuhan mereka.

Mereka harus mencari pinjaman sendiri, karena gaji mereka juga belum keluar. Belum lagi resiko yang akan mereka hadapi.

Entah apa dalam pikiran para pejabat pemda menyikapi persoalan ini…?

Ketika daerah tetangga kita sanggup menyiapkan anggaran puluhan milyard, pemda Mandailing Natal hanya sanggup menyediakan angka yang sangat tidak sebanding.

Itu tandanya kita menyepelekan dampak wabah ini.

Para pejabat kita tidak visioner melihat sebasar apa tantangan yang akan kita hadapi dalam tiga bulan ke depan misalnya, ketika wabah menjalar di setiap sudut kampung.

Belum lagi kesiapan tenaga medis dan rumah sakit. Belum lagi dampak ekonomi yang bakal memukul telak orang-orang miskin di wilayah ini.

Belum lagi persoalan bakal terjadinya kelangkaan barang, dan seterusnya. Kalau dalam segi kesehatan saja kita tidak siap, apalagi persoalan perdagangan, ekonomi masyarakat, kemiskinan, dan dampak sosial lain.

Jangan-jangan Pemkab Mandailing Natal hanya melihat persoalan ini sebatas wabah kecil semacam gatal-gatal.

Wajar kalau akhirnya masyarakat meragukan kemampuan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk melindungi masyarakatnya sendiri.( Red)

Admin : Iskandar

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Disiplin Masyarakat Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi H. Saipullah Nasution dalam Tata Kelola ASN

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi Lubuk Larangan di Mandailing Natal, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi,…

    Read more

    Continue reading
    Mungkin Karena Idul Fitri, Sampah di Kota Panyabungan Dibiarkan Menumpuk

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Mungkin masih suasana Idul Fitri 1447 H, hingga Pukul 14.00 Wib, Senin (23/03) tumpukan Sampah disejumlah Titik di Kota Panyabungan, masih dibiarkan Pemda Mandailing Natal,C/Q.Dinas Lingkungan Hidup. Wartawan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses