” PETI Beroperasi ” Kapolsek Batang Natal : Belum Ada Laporan Dari Anggota

BATANG NATAL(Malintangpos Online): Upaya keras dari Polisi Resort Mandailing Natal, yang dipimpin AKBP HM.Reza CAS,S.IK,SH.MH untuk menghentikan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Natal sangat diapresiasi.

Dan berbagai upaya telah dilakukan agar para pelaku PETI untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

Seperti halnya imbauan melalui spanduk sampai adanya penangkapan terhadap pelaku PETI dan sudah ada yang berstatus tersangka.

Namun, upaya pihak kepolisian ini belum juga menjadikan pelajaran bagi sebagian oknum pelaku PETI lainnya untuk jera dan menghentikan aktifitas tersebut.

Sebab hingga saat ini, dari informasi yang diterima wartawan, masih ada di beberapa titik aktifitas PETI yang masih beroperasi seperti di Tombang Tano Desa Simanguntong dan Jambur Torop Desa Parlampungan.

Dan akibat dari aktifitas PETI ini, aliran sungai Batang natal yang kemaren telah jernih, kini telah tercemar kembali.

Kapolres Madina AKBP HM Reza CAS,S.IK.SH,MH, melalui Kapolsek Batang Natal Iptu M.Pakpahan, SH ketika dikonfirmasi wartawan terkait ini pada Rabu (18/05/2022) menjawab bahwa dirinya belum ada menerima laporan dari anggota terkait adanya PETI beraktifitas kembali di Batang Natal memakai Alat berat pasca adanya penangkapan yang di lakukan Polres Madina.

“Saya belum ada menerima laporan dari anggota mengenai info ini. Namun demikian akan di cek dan di konfirmasi lagi dengan Kades atau Kadusnya”.ujarnya menjawab konfirmasi wartawan.

Kemudian, berselang beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (23/05) saat wartawan mendapat informasi dari warga bahwa adanya aktifitas PETI menggunakan alat berat di Desa Aek Baru Jae di Kecamatan yang sama.

Ketika wartawan kembali melakukan konfirmasi kepada Kapolsek, ia menjawab segera akan menghentikannya.

“Terima Kasih informasinya, besok kita coba hentikan, Tadi sudah Saya perintahkan anggota ke arah Tombang Tano, sekalian himbauan ke pemilik ternak tentang PMK (penyakit mulut dan kuku) serta menghimbau petani yg buka lahan agar tidak melakukan pembakaran lahan, tapi yang di kirim masih tentang PMK”.katanya singkat.

Menanggapi hal ini Direktur Eksekutif Yayasan Ekosistem Batang Gadis (YBEBG), Muhammad Nuh, SH, Selasa (24/05/2022) berharap agar penegak hukum tegas dan sigap dalam penindakan hukum terhadap pelaku PETI yang masih beroperasi di wilayah Kecamatan Batang natal.

“Tanpa harus menunggu terbentuknya tim yang akan dilakukan pemkab Madina terkait penanganan masalah PETI. Untuk pengamanan kegiatan PETI ini, aparat penegak hukum tanpa di komandoi harus tetap bertindak tegas dan cepat”.tegasnya (WhatsApp/Red)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Camat Bukit Malintang Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan Hutabangun Jae

    HUTABANGUN JAE(Malintangpos Online): Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)Ke – 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Bukit Malintang menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Desa Hutabangun…

    Read more

    Continue reading
    Atika Azmi Larut Dalam Pesona Seni, Senyum Merekah di Tengah Lomba Anak Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ada senyum indah yang merekah dari wajah Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi, saat tiba di alun-alun Kota Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (13/8/2026). Atika hadir untuk…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses