Pilkada 9 Desember 2020 ” Masa Depan ” Masyarakat Kab.Madina(2)

BACALON(Bakal Calon) Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal hingga di menjelang 17 Agustus 2020 atau HUT ke-75 Republik Indonesia, sepertinya mengurangi kegiatan sosialisasinya, sehingga pilkada kelihatannya kurang semarak.

Apakah karena belum mendaftar ke KPU, apakah karena minim program, apakah memang ” Mengatur ” langkah, bisa saja saling intip dan intai untuk tidak salah sterategi dalam memenangkan pilkada 09 Desember 2020 mendatang ini,tetapi yang jelas hanya ketiga(3) paslon yang bisa memberikan jawaban tentang itu.

” Pilkada 9 Desember 2020 ” Masadepan ” Masyarakat Kab. Madina ” itulah judul tulisan ini, tapi melihat dan menganalisa ditengah -tengah masyarakat sekarang ini, baik Facebook, Media Online, Koran, Yuotube, Istaqram,serta persaingan menjagokan Paslon masing-masing dari tiga(3) paslonnya sepertinya mulai muncul saling serang dan bahkan ada menjurus ke Blak Champion.

Padahal tiga(3) Paslon yang sekarang gencar melakukan sosialisasi adalah putra-putri terbaik Bumi Gordang Sambilan yang harus kita pilih dan akan muncul di 09 Desember 2020 salah satu Paslon yang menjadi Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal.

Serta kalimat ” Sadia do Miakna, Miak na do panggoreng na, serta Wanipiro ” sering diucapkan oleh masyarakat pemilih yang masih kental dan sepopuler apapun paslon, Visi dan Misinya jitu dan nilai 9,5 tetap kalimat ” Adong do Epeng na ” tetap muncul sstiap harinya.

Berdasarkan rumor dan perbincangan ditengah masyarakat ” Masadepan Madina di tentukan 9 Desember 2020 ” banyak yang lontarkan, tetapi kata – kata ” Adong do Miak na ” lebih bergema ditengah masyarakat.

Bisakah Money Politik di stop..?  Sulit memang, karena dari kegiatan Pesta Demokrasi untuk memilih Kepala Desa saja sudah terjadi Money Politik, apalagi di Pemilihan Bupati/Wakil Bupati, jauh lebih dahsyat money politiknya.

Untuk apa Paslon Mengeluarkan biaya untuk buat Baliho, biaya sosialisasi, mendadak dermawan, kalau tetap yang menang nanti yang membayar pemilih, inikah yang dikatakan demokrasi, entahlah, hanya pemilih yg bisa menjawabnya.(Bersambung Terus)

 

Admin : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.