Polda Sumut Diminta Rilis Tersangka Kasus PT.SMGP

Kompensasi Tak Menggugurkan Hukum.

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Adanya desas desus yang makin santer di tengah pubik yang mengindikasikan proses hukum yang tengah ditangani Poldasu terkait gas maut H2S diprediksi akan dihentikan pasca perdamaian berbentuk pemberian kompensasi PT SMGP kepada warga yang jadi korban, membuat berang sejumlah elemen masyarakat Kab Madina.

Kenapa..? Karena Kompensasi, santunan atau apapun namanya yang telah diberikan PT SMGP tak ada korelasinya secuilpun dengan penegakan hukum.

” Itu harus dipilah secara proporsional, jangan dicampur aduk. Penegakan supremasi hukum mutlak diberlakukan untuk memenuhi rasa keadilan publik atas tragedi naas yang menewaskan 5 orang warga dan 52 orang lainnya dirawat secara serius” tegas Ketua Majelis Pertimbangan Organsiasi DPP IMMAN (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal) Al Hasan Nasution, S.Pd (Foto) kepada Wartawan ketika dimintai tanggapannya seputar penegakan hukum yang terkesan lamban dan menuai sorotan tajam publik secara luas.

Diuraikan, bahwa santunan sosial atau kompensasi yang telah diberikan PT SMGP kepada para keluarga korban yang meninggal dan dirawat merupakan hal yang biasa biasa saja dan tidak perlu dianggap istimewa.

Pasalnya kata mantan Presiden Mahasiswa STAIN (red_IAIN) Padangsidimpuan ini, hal itu merupakan kewajiban pokok PT SMGP untuk menanggulangi segala bentuk kerugian moril, materil, immaterial akibat insiden mematikan itu.

Dijelaskan, tanggung jawab mutlak itu wajib dilaksanakan oleh PT SGMP sebagai konsekwensi logis akibat kelalaian yang disengaja praktek mal operasional perusahaan yang mengakibatkan korban.

“Tentu kita harus bisa memilah-milah secara realistis, proporsional dan objektif. Kompensasi atau santunan adalah kewajiban dan tanggungjawab perusahaan. Bukan bentuk pemberian atau sedekah mereka kepada warga ” ujar Nasution,Selasa(09/3) di Panyabungan.

Ditambahkan, saat ini makin massif issue miring atau opini terbalik, bahwa masyarakat yang mengemis menuntut kompensasi sehingga PT SMGP berbaik hati mengabulkan permohonan warga.

Hal ini lanjut Al-Hasan tentu tidak bisa diterima nalar sehat, karna dinilai terlalu menyepelekan masyarakat yang jadi korban. “Ini menyangkut nyawa manusia yang tak bisa dibeli dengan harga berapapun. Kompensasi tidak serta merta bisa menggugurkan masalah hukum. Jangan ada persepsi bahwa masalah telah klar pasca kompensasi” tegas Sekretaris MPI (Majelis Pemuda Indonesia) DPD KNPI Kab Madina ini.

Ditegaskan lagi, biarpun PT SMGP telah berdamai dan menyalurkan kompensasi, itu sesuatu hal yang lumrah dan merupakan mutlak kewajiban mereka.

Terkait kasus hukum yang ditangani oleh aparat penegak hukum, analisis Al Hasan Nasution harus tetap berjalan sesuai koridor serta harus diusut tuntas secara adil dan transparan

Namun disayangkan, penanganan kasus ini masih terkesan masih “jalan di tempat” dan belum menemukan titik terang terkait progress, apalagi penetapan tersangka.

Kata dia, Kasus ini telah menasional dan jadi sorotan publik. Kita sangat mendukung penegakan supremasi hukum (law enforcement).

Untuk itu kita minta Poldasu harus segera merilis daftar tersangka dan menyeret siapapun yang terlibat untuk diberi hukuman yang setimpal. Termasuk Direktur PT SMGP Risa Pasikki harus diseret ke ranah hukum” ujar Al Hasan yang Direktur Eksekutif Madina Institute ini.

Ditambahkan, penuntasan kasus hukum yang adil dalam Tragedi Gas Beracun H2S ini mutlak dilakukan untuk mengembalikan trust (kepercayaan) publik serta langkah antisipatif adanya kesan aparat bermain-main serta menghilangkan adagium “hukum hanya berlaku tajam ke bawah (masyarakat) dan tumpul ke atas (pengusaha SMGP)

Al Hasan saat itu bersama Ketua Umum DPP IMMAN (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal) Hapsin Nasution, Ketua PC GMPI M. Irwansyah Lubis, Sekretaris DPD KNPI Madina Khairil Amri, SH, Ketua Presidium Almandily (Aliansi Pemuda Peduli Madina) Abdul Wahab Dalimunthe, S.Pd, Ketua LSM Fokrat (Forum Kajian Masyarakat) Madina Aswardi, S.Pd, Ketua Presidium MP3 M. Yahya Rangkuti, SH dan sejumlah aktivis muda lainnya.(Isk)

 

Admin ; Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.