PT.SMGP ” Jangan Bohongi ” Rakyat Mandailing Natal (2), 56 Orang Dirawat di Rumah

KENDATIPUN Kepala Tehnik Panas Bumi PT.SMGP  Tery Satria Indra mengutarakan bahwa pihaknya juga ” Bingung ” Kenapa warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, banyak dilarikan ke Rumah Sakit, Minggu 06 Maret 2022 yang lewat.

Ada baiknya, DPRD Mandailing Natal sebaiknya ” MEMANGGIL ” Pihak PT.SMGP dan Warga ke DPRD, sera pihak Rumah Sakit yang  menangani Pasien, apa sebenarnya yang terjadi dan gabungkan dengan pihak Ditjen EBTKE ( Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi) agar hasilnya dapat mengobati ke khawatiran masyarakat disekitar aktivitas Perusahaan Panas Bumi tersebut.

Untuk kita ingat bersama, bahwa sebelum ada Perusahaan Panas Bumi PT.SMGP di daerah tersebut, tidak pernah ” Terdengar ” warga Desa Sibanggor Julu ” Keracunan ” akibat Bau Belerang atau apapun jenisnya yang ada diwilayah itu.

Korban Diduga Terpapar H2S di Desa Sibanggor Julu pada saat di RS/Dokumen

Kenapa sekarang warga Resah dan Khawatir..? Karena 25 Januari 2021 yang lalu ada 5 orang warga Meninggal dunia dan puluhan orang terpaksa dirawat di Rumah Sakit diduga akibat ” H2S ” dari Pipa milik PT.SMGP.

Sayangnya, Tragedi yang terjadi Minggu 06 Maret 2022 yang lalu di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi yang telah menyebabkan 56 Orang warga setempat dilarikan ke rumah sakit, tidak Diakui oleh PT.SMGP melalui Kepala Tehnik Panas Buminya Tery Satria Indra ketika di wawancarai Wartawan, usai rapat dengan Forkofimda Mandailing Natal.

Korban Diduga Terpapar H2S di Desa Sibanggor Julu pada saat di RS/Dokumen

Memang akibat Teragedi tersebut, saat ini sedang dilakukan Investigasi dari tim Ditjen EBTKE didampingi Tim Investigasi dari Forkopimda Madina, untuk mencari tahu faktor penyebab puluhan warga mengalami mual, muntah dan bahkan ada sampai pingsan.

Sebelumnya, puluhan warga Banjar Manggis Desa Sibanggor Julu ini diduga akibat terhirup paparan gas H2S dari kegiatan pembukaan Sumur di Well Pad AAE-05 milik PT SMGP.

Namun, sehari setelah kejadian PT SMGP dalam keterangannya membantah kalau ada paparan gas H2S akibat dari pembukaan Sumur di Well Pad AAE-05 yang dilakukan pada Minggu (6/3) siang, sekitar pukul 15.00 WIB itu.

Padahal, Sebelum kejadian Tragedi 6 Maret, ternyata warga Sibanggor Julu juga sudah melaporkan yang merasakan BAU menyengat di Bulan Februari yang lalu.

Tery Satria Indra Harus Diperiksa

Setelah adanya Rilis dan Keterangan dari Kepala Tehnik Panas Bumi PT.SMGP Tery Satria Indra dan juga langsung didengar Bupati, Ketua DPRD dan Kapolres Madina, bahwa ke 56 Orang yang dirawat di Rumah Sakit Pihaknya juga Bingung warga begitu.

” Sejumlah pihak berharap agar Kepala Tehnik Panas Bumi PT.SMGP Tery Satria Indra segera diperiksa Polisi, ada sebenarnya yang terjadi,” ujar warga Madina Rudy Hamsah,SKM.

Ketua DPRD Madina

Serta, dalam Investigasi Ditjen EBTKE dan Ketua DPRD, Pemda, Polisi, TNI, Labfor Polda Sumut, Kamis (10/3) sesuai dengan Hasil Detektor milik PT.SMGP

Dilapangan tadi kita lihat bahwa di alat Detektor menunjukkan di angka Nol sebaran Gas H2S.

” Tetapi tidak bisa kita abaikan kejadian yang terjadi terhadap masyarakat pada hari Minggu lalu tanpa sebab, jadi saya selaku Ketua DPRD Madina bersama Pemerintah Daerah hanya menginginkan fleksibelitas berfikir dan bertindak kepada Perusahaan supaya tidak terjadi tuduh menuduh, karena apapun alasannya Perusahaan tersebut ada ditengah-tengah masyarakat.” Ujar Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis,SH kepada Wartawan, Kamis(10/3) usai ke lokasi PT.SMGP.

Kata Erwin, Pemerintah pun berharap agar Perusahaan PT. SMGP proaktif terhadap situasi masyarakat , begitu juga sebaliknya dengan masyarakat , sehingga tercipta komunikasi yang komunikatif.

“Dan Investigasi ini murni dilakukan untuk mencari solusi yang terbaik untuk seluruh pihak,” ujar Erwin Efendi Lubis.

Bahkan,  Erwin menjelaskan,untuk alat Detektor di pemukiman warga yang hilang tersebut, harus menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, agar tidak menimbulkan berbagai persepsi yang salah.

“Dalam investigasi ini, saya mohon kepada seluruh pihak agar bersabar menunggu hasil dari EBTKE, maupun Labfor Polda Sumut apakah kejadian tersebut dikarenakan paparan Gas H2S atau tidak,” katanya.

Ketua DPRD Madina juga berharap kepada masyarakat agar tetap tenang, jangan melakukan hal yang tidak semestinya,  supaya tidak menimbulkan permasalahan yang baru dan kepada Perusahaan harus objektif dalam menyikapi seluruh persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat ( Bersambung Terus).

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.