Sampah dan Banjir di Kota Panyabungan Salah Siapa..?

PERSOALAN Sampah di Kota Panyabungan, yang sampai 17 Agustus 2020 masih menjadi masalah yang sangat sulit mengatasinya, sekalipun APBD Kabupaten Mandailing Natal sudah mencapai Rp 1,7 Triliun.

Begitu juga dengan persoalan banjir akibat Drainase yang ada di Kota Panyabungan, tidak mampu menampung limpahan air hujan walaupun hujan turun sebentar, seperti Minggu malam(16/8) yang sempat ditinjau Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dan stafnya.

Sebenarnya, siapakah yang salah dalam persoalan SAMPAH dan BANJIR di Ibukota Kabupaten Mandailing Natal, apakah warga yang sembarangan buang sampah, atau memang Gubernur Sumut, yang tidak pernah melakukan perawatan Drainase di sepanjang Jalan Nasional..?

Atau memang, Pemerintah Mandailing Natal, yang sama sekali tidak SERIUS mengurusi SAMPAH dan Drainase, sehingga hujan sebentar saja, maka jalan Nasional disekitar Eks Pasar lama yang kabarnya urusan Provinsi Sumut, jadi banjir,entahlah,yang bisa menjawabnya adalah Gubernur dan Bupati Madina.

Padahal, Pemerintah Mandailing Natal itu ada Dinas PUPR, Dinas Perkim, Komisi 3 DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Panyabungan, Lurah Panyabungan I, Lurah Panyabungan II, Lurah Panyabungan III, Lurah Pasar Hilir, Lurah Kayujati, sebagai pihak yang bisa turun langsung atau kordinasi untuk mengatasi SAMPAH dan BANJIR di Kota Panyabingan atau sekitar depan Madina Square.

Kenapa warga membuang SAMPAH sembarangan..? Jujur kita mengetuk hati nurani kita, bahwa Kota Panyabungan adalah Ibukota Kabupaten Mandailing Natal, tentu kita meminjam komentar H. Amru Daulay, SH ketika memulai Pembangunan ketika menjabat Bupati Madina tahun 1999 yang lalu.

” Kita benahi Administerasi kantor, kita bangun duluan wajah Kota Panyabungan, sebagai Ibukota Kabupaten Mandailing Natal, ” Ujar H. Amru Daulay, SH awal tahun 2020 yang lalu kepada sejumlah Wartawan.

Secara perlahan, H. Amru Daulay, SH merubah Kota Panyabungan, jalan yang waktu itu hanya 4-5 Meter, dibuat 12 Meter, parit dibangun, pulau jalan dibangun, Lampu Mercury dipasang, sehingga nampak wajah Kota Panyabungan.

Sekarang, jika pagi hari, yang kita nampak adalah SAMPAH di simpang jalan dan pinggir jalan, ketika hujan turun sebentar saja membuat jalan tergenang, siapa yang salah, warga kah, atau pemerintah..? Hanya Pemerintah Mandailing Natal yang bisa menjawabnya. (Bersambung Terus)

Admin : iskandar hasibuan

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Di Desa Mompang Julu, Miliki Sabu 0,20 Gram TRB Diamankan Satres Narkoba Polres Mandailing Natal

    MOMPANG JULU(Malintangpos Online): Tim gabungan Polres Mandailing Natal (Madina) mengamankan seorang pria berinisial TRB (39) yang diduga memiliki narkotika jenis sabu di sebuah rumah kosong di Desa Mompang Julu, Kecamatan…

    Read more

    Continue reading
    BPBD Madina Salurkan Bantuan Terdampa Bencana Hidrometeorologi Bagi Siswa Diwilayah Siulang – Aling Kecamatan MBG

    MUARA BATANG GADIS(Malintangpos Online): Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendistribusikan bantuan seragam sekolah bagi siswa- siswa di wilayah Siulang- Aling Kecamatan Muara Batang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses