Satu Unit Rumah Tua Terbakar di Batangtoru

BATANGTORU(Malintangpos Online):  Kebakaran menghanguskan sebuah rumah tua di Gang Rahmat, Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu malam (20/9).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.45 WIB tersebut mengakibatkan rumah milik Asman Effendi ludes dilalap si jago merah. Bangunan yang diperkirakan telah berdiri sejak era 1980-an itu sebagian besar terbuat dari papan atau kayu, sehingga api dengan cepat membesar dan menjalar hingga ke bagian atap.

Di tengah kepanikan saat kebakaran berlangsung, Asman mengaku hanya sempat menyelamatkan ibundanya yang selama ini tinggal bersamanya. Sementara seluruh barang-barang dan harta benda yang berada di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Api Membesar

Kebakaran terjadi pada Minggu malam ketika api mulai melahap bangunan rumah tua tersebut.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kobaran api dengan cepat membesar. Hanya sekitar lima menit sejak kebakaran diketahui, api sudah mencapai bagian atap rumah.

Bangunan yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1980-an itu diketahui sekitar 90 persen menggunakan material papan atau kayu. Sementara bagian beton hanya terdapat pada kaki pondasi.

Kondisi bangunan yang didominasi material kayu membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bagian rumah lainnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya membantu memadamkan api. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong menyiramkan air ke bagian bangunan yang terbakar.

Upaya pemadaman dilakukan di tengah kobaran api yang semakin membesar, sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Warga Berjuang

Suasana di sekitar lokasi kebakaran sempat dipenuhi kepanikan. Warga berusaha membantu agar api tidak semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

Sejumlah warga terlihat mengambil air dan menyiramkannya ke bagian rumah yang terbakar.

Selain itu, warga juga terlihat melempari dinding rumah tua tersebut menggunakan batu. Upaya itu dilakukan untuk membantu membuka bagian dinding bangunan yang terbakar agar api lebih mudah dijangkau dalam proses pemadaman.

Meski dilakukan dengan peralatan terbatas, warga tetap berupaya membantu mengendalikan kobaran api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kebersamaan dan gotong royong masyarakat menjadi bagian dari upaya penanganan awal dalam situasi darurat tersebut.

Petugas Damkar & Camat

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar lima menit setelah kejadian diketahui.

Kedatangan petugas langsung membantu proses pemadaman terhadap rumah yang sebagian besar bangunannya telah dilalap api.

Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar, juga terlihat berada di lokasi kejadian untuk memantau situasi sekaligus memastikan penanganan kebakaran dilakukan dengan cepat.

Dalam situasi tersebut, Camat Batangtoru memerintahkan agar mobil pemadam kebakaran segera diturunkan guna membantu upaya pemadaman.

Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sekitar 10 menit sejak kebakaran terjadi.

Namun, proses penyiraman tidak langsung dihentikan setelah kobaran api berhasil dikendalikan.

Mobil pemadam kebakaran diperintahkan melakukan penyiraman sebanyak dua kali terhadap rumah yang terbakar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api dari sisa-sisa kayu dan material bangunan yang masih menyimpan bara.

Habis Semua

Di tengah musibah yang dialaminya, Asman Effendi mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.

Api yang begitu cepat membesar membuat dirinya tidak memiliki cukup waktu untuk mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam bangunan.

Saat dievakuasi ke rumah tetangga, Asman menceritakan bahwa dirinya mendapat informasi dari anak-anaknya mengenai dugaan awal munculnya api dari bagian kamarnya.

Ia menduga kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik.

“Kata anak-anak, apinya dari kamarku. Cepat kejadiannya tadi. Korslet itu,” kata Asman saat memberikan keterangan.

Asman mengaku tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan dari rumah yang telah ditempatinya tersebut.

Kobaran api yang cepat menjalar hingga ke bagian atap membuat seluruh barang-barang di dalam rumah tidak sempat dikeluarkan.

Dengan nada sedih, ia mengungkapkan bahwa seluruh harta benda yang dimilikinya telah habis terbakar.

“Habis semua. Gak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Selamatkan Ibunda

Di balik musibah yang menghanguskan rumah dan seluruh barang-barang miliknya, Asman masih bersyukur karena dirinya berhasil menyelamatkan sang ibunda.

Diketahui, Asman selama ini tinggal berdua dengan ibundanya yang sudah berusia lanjut.

Ketika kebakaran terjadi, ia mengaku hanya sempat menyelamatkan ibundanya dari rumah yang dilalap api.

Sementara barang-barang rumah tangga, harta benda, serta berbagai perlengkapan lainnya harus ditinggalkan karena api begitu cepat membesar.

Asman sehari-hari diketahui bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehilangan rumah beserta seluruh isinya menjadi musibah berat bagi dirinya dan sang ibunda. Namun, keselamatan keluarga menjadi hal yang paling utama di tengah peristiwa tersebut.

“Cuma bisa selamatkan mama. Harta dan barang-barang semuanya tinggal. Habis semua,” pungkasnya.

Kapolsek Batangtoru

Terpisah, Kapolsek Batang Toru, IPTU Danni M. Sidauruk, S.H., saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah tua di Gang Rahmat, Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ia menyampaikan bahwa personel kepolisian masih berada di lokasi kejadian.

“Saat ini personel kita masih di lokasi kejadian,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, personel kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, dugaan korsleting listrik yang disampaikan pemilik rumah masih merupakan keterangan awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab resmi kebakaran. Penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Korban Jiwa Tidak Ada

Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu malam tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Meski demikian, rumah tua milik Asman Effendi dilaporkan habis terbakar, sementara barang-barang yang berada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, mengingat api membesar dalam waktu singkat dan menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu.

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

Pemeriksaan kabel, sambungan listrik, serta penggunaan peralatan listrik sesuai standar menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Musibah yang dialami Asman Effendi di Gang Rahmat, Aek Pining, Batangtoru, menjadi pengingat bahwa dalam situasi darurat, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.

Rumah ludes terbakar, seluruh harta benda tak terselamatkan. Namun, Asman masih berhasil menyelamatkan ibundanya dari musibah kebakaran tersebut(Rel/Isk/SS)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Koorwil BGN ” Bungkam ” GMNI Minta SATGAS MBG Evaluasi Kinerja BGN Mandailing Natal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mandailing Natal, Rajab Hasibuan secara tegas meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG( Makan Bergizi Gratis)untuk segera mengevaluasi total kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) Badan…

    Read more

    Continue reading
    Selamatkan Ikan Lubuk Larangan Tambangan Jae, Pemkab Madina Wacanakan Bangun Bendung

    TAMBANGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) merencanakan pembangunan Bendung, untuk memastikan pasokan air terpenuhi di Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, demi menyelamatkan ikan-ikan yang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses