Setelah Pembekalan, 256 Kades di Kab.Madina Jangan Maulagi di Intervensi ( 3) ” Pasti Kades Takut “

MASYARAKAT di 377 Desa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, banyak yang mengirim WhatsApp Ke – Redaksi Media PT.Malintang Pos Group, Soal Kepala Desa Jangan Maulagi di Intervensi oleh siapapun soal Pelaksanaan Anggaran Dana Desa(DD) khususnya Tahun Anggaran 2024 yang akan datang ini.

Kenapa..? Mereka yang mengirim WhatsApp pada umumnya berpendapat ” Kades Pasti Takut Kepada Intervensi ” sebab tidak tertutup kemungkinan Kades ” Akan ” mengambil Anggaran Dana Desa untuk mengembalikan modalnya Mencalonkan diri menjadi Kepala Desa.

Selain itu, dari 377 Kepala Desa yang aktif, masih banyak Jabatan Kades untuk Priode yang Kedua(2), sehingga Dugaan Korupsi sudah menempel pada diri Kepala Desa yang priode sekarang ini.

Pertanyaan, Khusus yang 256 Kepala Desa yang baru menjabat, apakah Kades yang menjabat Murni dipilih rakyatnya tanpa Money Politik, kalau ia, Alhamdulillah, tapi kalau tidak, pasti tidak akan Menolak jika ada pihak yang Intervensi kepadanya, mudah – mudahan tidak seperti itu.

” Kegiatan Bimtek untuk Kepala Desa yang tidak tercantum di APBDes saja, bisa Kades dan Aparatnya Bimtek, walaupun dengan Pinjam Sana dan Pinjam Sini,” tulis pemilik WhatsApp No.081353445xxx, Sabtu(2/12) Ke Redaksi Media PT.Malintang Pos Group.

WhatsApp dari No.08216655xxxx ” Bagaimana Kades Menolak, Uang yang dipinjam waktu Pilkades saja belum bisa dikembalikan Kades, Wartawan pasti tau, karena Kades yang menang juga sebelum Kades ekonominya terlihat ” katanya.

Lain lagi WhatsApp dari Nomor. 082137456xxx ” Wartawan Juga Dapat Bagian, buktinya banyak Wartawan kunjungi Desa -Desa, apalagi ada Bimtek, sering berita muncul yang menyoal kegiatan Bimtek, Intervensi sudah Lumrah ” tulisnya ke Redaksi. ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.