Siphon Zal Kanan Irigasi Batang Gadis Rp 345.000.000.- Nasibmu Sekarang..?

KEMUNGKINAN Kita masyarakat Masih ingat adanya anggaran APBD Mandailing Natal Rp 345.000.000.- di Dinas PUPR ( Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) untuk Memperbaiki Siphon Zal Kanan Irigasi Batang Gadis yang bertahun – tahun rusak tidak pernah di perbaiki oleh pihak Pengelola Irigasi Batang Gadis.

Waktu itu, atau akhir Tahun 2022 yang lalu, sejumlah pihak mendesak Bupati dan DPRD Mandailing Natal, agar segera memperbaikinya, karena sudah 2 tahun petani tidak menanam padi disebabkan air dari Zal Kanan Irigasi pasokannya tidak cukup untuk mengairi areal pertanian warga 15 Desa di Kecamatan Panyabungan.

Penulis ingat betul, ucapan Kadis PUPR Madina Elpi Yanti.Harahap, bahwa Pengerjaan Siphon, menelan anggaran sebesar Rp 345.000.000, dari dana rutin Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal.

” Kita sedang menunggu alat penyedot, sumber dana ditampung di Dinas PUPR Madina sebesar Rp 345.000.000,” sebut Elpi Yanti Harapah kepada wartawan saat di konfirmasi melalui panggilan WhatsApp waktu itu.

Memang, Siphon Zal kanan irigasi yang rusak di lintasan sungai Aek Pohon, Kelurahan Pidoli Dolok yang rusak pada akhir tahun 2022 lalu mulai di perbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal, dengan memakai alat berat waktu itu.
Bahkan, Proses dimulainya pengerjaan itu ditandai dengan kunjungan Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution bersama Plt Kepala Dinas PUPR Madina, Elpi Yanti Harahap, ST ke lokasi pengerjaan dan sejumlah OPD dan pihak Irigasi.

Bupati Madina HM.Jafar Sukhairi Nasution, saat itu, mengutarakan Siphon yang berada di bawah jembatan Aek Pohon , berfungsi untuk mengalirkan air melewati bawah saluran lain

Dan telah rusak selama setahun lebih hingga mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.
Kata dia waktu itu, Aek Pohon yang masih aliran Sungai Batang Gadis sendiri diketahui masih merupakan wilayah kerja dari Balai Wilayah Sungai (BWS) II Sumatera Utara, sehingga sepatutnya menjadi tanggung jawab Balai.

Namun, mengingat urgensi yang tinggi dan berdampak langsung bagi masyarakat banyak, khususnya petani, Pemkab Madina pun mengambil langkah untuk membantu tugas dari BWS II setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan.

“Karena ini urgen dan menyangkut masyarakat banyak, kita ambil langkah. Tentu kita terlebih dahulu koordinasi juga dengan lintas sektoral agar tidak melanggar ketentuan yang ada,” Ujar Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution kepada sejumlah Wartawan dilokasi.

Sukhairi menyampaikan, anggaran yang digunakan dalam perbaikan saluran irigasi itu dialokasikan dari dana darurat atau dana Tidak Terduga (TT) melalui Dinas PUPR.
Sekedar diketahui, akibat kerusakan Shipon tersebut telah mengakibatkan aliran air di irigasi menjadi mandeg. Akibatnya sekira 772,6 hektar lahan pertanian gagal tanam akibat tak terairi.

Hamparan seluas 772,6 hektar itu berada di 15 desa di kawasan Kecamatan Panyabungan, tidak mendapatkan air untuk areal sawahnya.

Nasibmu Sekarang

Pengakuan, masyarakat Petani kepada Wartawan di Panyabungan, bahwa perbaikan Siphon Irigasi Batang Gadis yang  menelan biaya sekitar,Rp 345.000.000.- tersebut hanya berfungsi sebentar dan lihatlah nasibnya sekarang.

” Apalah alasan Kadis PUPR dan Bupati Madina soal Air yang tidak mengalir lagi, atau dikatakan Bencana Alam, atau yang lain, ” ujar Petani ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.