Soal Akun Palsu dan Berita Hoax, Ini Komentar Ketua IYE Mandailing Natal

Ketua Infonesia Youth Epicentrum Mandailing Natal Farhan Donganta

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua IYE (Ketua Infonesia Youth Epicentrum) Mandailing Natal Farhan Donganta, mengutarakan Dalam alam demokrasi, kebebasan seringkali disalahgunakan oleh oknum-oknum yang selalu mengatasnamakan ” Kebebasan Berpendapat ”

” Kebebasan yang disalahgunakan dapat kita lihat dalam banyak kompetisi demokrasi, seperti banyaknya beredar informasi yang tak terkonfirmasi (hoax),” Ujar Ketua Infonesia Youth Epicentrum (IYE)Mandailing Natal Farhan Donganta,Jumat(16/8) sekitar Bawaslu Mandailing Natal.

Kata Farhan, kampanye yang membutakan mata pemilih tentang kebaikan dari salah satu pasangan calon (black campaign), dan pemecah belahan yang membawa unsur SARA (polarisasi), serta akun palsu sosial media yang dipergunakan oleh beberapa pihak untuk menggiring opini publik.

Kata dia, Banyak hal yang harus dijaga dengan ketat dan diawasi dengan tegas, BAWASLU Kabupaten Mandailing Natal tidak boleh diam atas hal ini, BAWASLU Kabupaten Mandailing Natal harus cepat tanggap bahkan harus memperketat pengawasan pada beberapa hal yang telah saya sebutkan sebelumnya.

” Polarisasi, hoax, black campaign, dan akun-akun palsu media sosial adalah benalu dalam demokrasi, BAWASLU berfungsi untuk menghantam hal-hal tersebut,” Ujar Farhan Donganta.

Karena dampak buruk yang diberikan oleh hal-hal tersebut adalah : perpecahan.

Ini adalah permintaan fundamental dari saya sebagai bagian dari publik,  Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal selaku lembaga pengawas pemilu harus hadir untuk mencegah adanya resiko perpecahan yang disebabkan oleh permasalahan-permasalahan tersebut

” dengan cara memberikan pendidikan politik pada masyarakat Mandailing Natal tentang buruknya hoax, polarisasi, black campaign, dan akun-akun palsu media sosial,” Katanya.

Pilkada Mandailing Natal harus ditingkatkan kualitas dan mutunya, apabila hoax, polarisasi, black campaign, dan akun-akun palsu tetap dibiarkan, maka hal tersebut akan memengaruhi masa depan Mandailing Natal yang tentu saja akan ditentukan pada tanggal 27 November nanti.

Disebutkannya, Ada beberapa cara untuk memberantas banyak hal buruk tersebut, pertama: pengetatan pengawasan, memberi pendidikan politik pada pemilih, dan lembaga penyelenggara pemilu jangan diam.

” Itu adalah cara yang tentunya akan menghasilkan solusi dan harapan tentang Pilkada Madina yang berkualitas tinggi,” Ujar Farhan Donganta ( Rel).

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    ADAKAH KEJUTAN “KUDA HITAM” DI LUAR RADAR (NALAR?) MUSDA KNPI MADINA 2026?

    Kripis Lepas || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Musda VII KNPI Mandailing Natal (Madina) mulai memasuki babak yang menarik.** Enam orang telah mengambil formulir bakal calon ketua. Batas pengembalian formulir dijadwalkan…

    Read more

    Continue reading
    Giat Ops.Patuh Toba 2026 Polres Madina Datangi Warga Pidoli Lombang, Sekolah Namira Husada dan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Operasi Patuh Toba 2026 yang digelar Polres Mandailing Natal( Madina) berlangsung mulai 26 Oktober – 08 November 2026.Operasi ini mengusung slogan “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas Aman,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses