Soal Gedung PMI, DPRD Segera Panggil Kadis PUPR Madina

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Komis 3 DPRD Madina H.Zainuddin Hasibuan,S.Sos mengutarakan dalam waktu dekat ini akan memanggil Kadis PUPR dan pihal lainnya yang terkait dengan Pembangunan Gedung PMI Cab.Mandailing Natal, yang masih terbengkalai walau sudah Rp 600.000.000,- digelontorkan dari APBD.

“Kita akan segera memanggil dinas terkait yaitu Finas PUPR, sebagai pengelola anggaran untuk mengklarifikasi keadaan bangunan tersebut,” Ujar Ketua Komisi 3 DPRD Madina H.Zainuddin Nasution,S.Sos, Kamis (7/4) melalui WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos Group.

Kantor Cabang PMI Madina disekitar Bsngunan RSU Panyabungan/ Dita Risky

Apalagi, ada penganggaran di tahun 2022 ini, apakah bangunan ini nantinya sudah dapat di fungsikan, agar bangunan tersebut tidak terbengkalai seperti saat ini.

” Tahun 2022 ada Penganggaran lagi, apa sudah bisa ditempati atau di fingsikan jika sudah selesai dengan anggaran terahir ini,” ujar Zainuddin.

Inspektorat..? Tanya Wartawan ” Kita panggil dinas terkait dulu, karena memanggil Ispektorat harus Komisi 1 atau harus lintas komisi

” Tapi kita akan coba bincangkan dengan komisi 1, yang menaungi Inspektorat untuk mekakukan klarifikasi juga mengenai keadaan bangunan tersebut,” ujar Ketua Komisi 3 DPRD Madina H.Zainuddin Nasution,S.Sos ( Udin Cino).

Sebelumnya,Keritik Itu Wajar dan Baik,” Kalimat itulah yang mungkin dimiliki Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, yang menyurati Redaksi Malintang Pos Group sekitar Bangunan Kantor PMI Cabang Madina di Bukit Payaloting yang sekarang ini ( Rabu 6 April) belum selesai dan kondisinya ditumbuhi semak belukar.

” Kalau tidak salah sudah ada bantuan Ketua PMI Sumut sekitar Rp 150.000.000 dan APBD Madina dialokasi sekitar Rp 200.000.000/ Tahun sejak APBD Tahun 2018 yang lalu,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, Rabu(6/4) kepada Wartawan di Gedung DPRD.

Kata dia, kalau Rp 200.000.0000 di APBD 2018 dan 2019 Rp 200.000.000,- dan jika ditambah bantuan dari Ketua PMI Sumut Rahmadsyah Rp 150.000.000( Kalau Tidak Salah nilainya) berarti sudah berapa ia..?

Ketua PMI Cabang Madina Atika Azmi Utammi Nasution yang di konfirmasi melalui WhatsApp, Rabu(6/4) ” Tu Mulaja Raja ma di konfirmasi, sambil mengirim nomor HP nya,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Kerua PMI Cabang Madina Mulia Raja yg dihubungi ,Rabu(7/4) Via selular, kurang memahami soal anggaran pembangunan.

” Kurang memahami soal anggarannya, coba ke Awal di Komandan Markas PMI Cabang Madina,” Ujarnya sambil mengirim No Hp Awal.

Komandan Markas PMI Cabang Madina Awal yg dikonfirmasi Via selular, Rabu(6/4) juga kurang memahami anggaran soal bangunan kantor PMI di Sekitar bangunan baru RSU Panyabungan.

” Itukan bangunan PUPR Madina, kalau mulainya kurang taulah, sebaiknya ke PUPR saja,” ujar Awal.

Kadis PUPR Madina Ruly Candra Lubis,ST yang dikonfirmasi,Rabu(6/4) Via selular, membenarkan bangunan Kantor PMI Cabang Madina adalah pihak PUPR yang membangunnya.

Mulai bangunan itu kurang tau persis, tapi di APBD Tahun 2022 ditampung sekitar Rp 200.000.000 untuk lanjutan bangunannya.

” Untuk lebih pas nya. Tolong hubungi Plt.Kadis Perkim saja, karena waktu mulai dibangun bukan saya Plt.Kadis,” ujar Ruly Andri Lubis,ST.

Sedangkan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR yang juga Plt.Kadis Perkim Madina M.Nasir yang dikonfirmasi,Rabu(6/4) Via selular, mengutarakan bahwa bangunan Gedung Kantor PMI Cabang Madina ada dari APBD Madina Tahun 2018 Rp 200.000.000. Tahun 2019 Rp 200.000.000,- tahun 2020 Kosong , tahun 2021 Rp 200.000.000?- tahun 2022 di anggarkan juga sebesar Rp 200.000.000.

” Benar itu bangunan PUPR Madina sewaktu Kadis Syahruddin Lubis dan Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, soal bantuan Ketua PMI Sumut kurang tau kita,” ujar Kabid Tata Ruang PUPR Madina M.Nasir kepada Wartawan ( Dita/Aris/Riah/red)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.