Soal Stunting, Wakil Bupati Ajak OPD Capai Target

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution,mengajak seluruh stackholder /OPD fokus benahi Stunting.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madina, dalam rapat kerja tim percepatan dengan Taman Pemulihan Gizi (TPG) dan Enumerator dalam rangkat persiapan survey tim Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di Aula Ladang Sari, Panyabungan, Selasa (6/9).

Perlu kita pahami bersama bahwa gagalnya pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau yang dikenal dengan stunting

” merupakan sebuah ancaman bagi generasi masa depan Indonesia jika tidak dicegah sejak dini. Untuk itu pemerintah Republik Indonesia telah menargetkan turunnya angka stunting menjadi 14 % pada tahun 2024 mendatang,” katanya.

Pemkab Madina mendukung peraturan tersebut sesuai dengan SK Bupati No. 470.479/0418/2022 telan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah melakukan berbagai upaya penurunan stunting.

“Stunting menjadi masalah yang disebabkan oleh multidimensi sehingga penanganannya harus mengedepankan intervensi sensitif yang melibatkan lintas multisektoral,” katanya.

Menurut Atika, intervensi gizi sensitif yang dilakukan oleh sektor lain selain sektor kesehatan memberikan daya ungkit untuk menurunkan gangguan gizi lebih besar yaitu sebesar 70% dibanding dengan intervensi gizi spesifik dari sektor kesehatan yang hanya memberikan kontribusi sebesar 30%.

“Oleh karenanya, dalam rangka upaya percepatan penurunan dan penanggulangan masalah stunting dan untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi saya minta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bertanggung jawab secara bersama-sama,” harap nya.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Elvi Maharani, mengajak seluruh kepala Puskesmas, Camat, Kepala Desa ikut berperan serta mendampingi survey yang akan dilakukan SSGI di Madina.

“Inilah saatnya dan waktunya kita untuk bergerak mendampingi SSGI untuk melakukan pendataan yang akurat sehingga tidak ada pembohongan data demi masa depan generasi muda kita sebutnya,” katanya.

Target yang diharapkan stunting di Kabupaten Madina turun pada tahun 2021 dari 47,7% menjadi 28% di Tahun 2024.

“Tenaga pendamping pengumpulan data anak stunting ada 51 orang di Madina dan 8 orang enumerator adalah tenaga yang menginput data langsung dari blok sensus,”sebutkannya.(Inf/Dita)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.