Sukman ” Sumpah Mubahalah ” Harus Dibebaskan Dari Tuntutan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” Hukum Harus Ditegakkan,walau langit akan runtuh,” Kalimat itulah yang sering di ucapkan oleh Aparat Penegak Hukum ataupun Aktivis Hukum Selama ini di Negara kita Republik Indonesia, termasuk di Mandailing Natal.

Tetapi, tidak seperti yang dialami oleh Sukman Pulungan yang perkaranya sedang digelar di Pengadilan Negeri Mandailing Natal, yang menurut pengacaranya Sukman Pulungan adalah korban salah tangkap.

” Sungguh sadis yang kau alami Sukman Pulungan, Orang yang makan Nangka Kamu yang kena Getahnya,” ujar Ketua Harian LSM. TUMPAS Kab. Madina Bisri Samsuri Nasution, S. Pd,Jum’at(24/7) Via WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos Group.

Kata Bisri, Sukman Pulungan sudah dijadikan Terdakwa dan telah ditahan di Rutan Natal lebih kurang sudah 7 bulan dalam dugaan melanggar pasal 170 ayat (1) jo pasal 363 ayat 4e, 5e yang terjadi pada tanggal 21 Januari 2020 di labonas, Desa Batu Mundom Sekitar pukul 18.00 Wib.
” Sungguh NGERI dan sadis sekali penderitaanmu Sukman Pulungan, saya merinding mendengar dan melihat sumpah MUBAHALAHMU mu,semoga KEADILAN bersamamu saudaraku,Ungkap Bisri Samsuri Nasution dalam Akun Facebooknya.

Bisri juga mendo’akan “Semoga Allah ” mengabulkan Sumpah Muhabalah Sukman , sehingga orang-orang yang berupaya Menjolimi Sukman Pulungan mendapat laknat tujuh turunan bila benar Sukman Tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan itu

” seperti yang di ucapkan oleh Sukman dengan Menempatkan Al – Qur’an di Atas kepalanya pada Persidangannya” ujar Bisri Samsuri lagi di WhatsApp nya.

Menurut informasi,  Sukman Pulungan Adalah korban salah tangkap, Pasalnya saat kejadian pengeroyokan Sukman masih bekerja di sebuah perusahaan perkebunan PT. Madina Agro Lestari (MAL) dan ada bukti finger pagi dan juga Finger sore saat pulang bekerja.

” Dari hasil konfirmasi LSM .Team Upaya Masyarakat Peduli Amanah Sejahtera (TUMPAS) kepada pengacara Sukman Pulungan yaitu Subur Siregar Kamis (23/07/2020) Menjelaskan bahwa kasus ini dari awal sangat dipaksakan untuk dilimpahkan ke pengadilan,” Ujar Bisri Nasution.

Kata dia, banyak kejanggalan dalam kasus ini,mulai dari Yang dituduh sebagai pelaku Adalah Sukman Pulungan dan sikorban .
Anehnya, kata dia,  Sukman Pulungan tidak mengenal korban, jangan kan memukul, Menyentuh saja saya tidak pernah, kenal pun saya tidak ungkap Sukman di Pengadilan.

Sukman juga bersumpah “kalau saya pelaku penganiayaan itu saya bersedia Dilaknat tuhan Sampai tujuh turunan saya, dan Sukman juga berharap yang kuasa melaknat orang – orang yang telah menghukum dan menganiayanya karena dirinya tidak melakukan seperti yang dituduhkan”. Sebutnya.
Dijelaskan oleh Sukman di Pengadilan bahwa saat ini dirinya sangat terpukul, teraniaya dan teraniaya sekali Karana diperlakukan tidak adil oleh penegak hukum

Padahal , saya tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya ,ungkap Sukman Pulungan.
Pernah dialami Sukman, anak kandungnya meninggal dunia ,tapi karena kasus ini Sukman tidak bisa melihat jasat anaknya yang sudah meninggal. Ujar Bisri yang mengikuti persidangan.
Bisri Samsuri Nasution, S.Pd menyatakan bahwa Kasus ini sangat patut menjadi perhatian teman-teman wartawan, LSM, ormas dan juga aktivis hukum. Disebutkan Bisri, Sepertinya ada permainan Besar dibelakang Kasus yang di Alami oleh saudara kita Sukman Pulungan.

” Kita harus mengawal kasus ini sampai tuntas, jangan sampai ada Warga yang tak bersalah malah dihukum berat sedangkan yang bersalah berkeliaran diluar sana,” ujarnya.
Lagian,katanya, kalau ini penganiayaan yang dilakukan secara berramai ramai kenapa hanya Sukman yang di tangkap,mana yang lainnya.
Ketua harian DPP LSM TUMPAS ini juga menyatakan ,bahwa pihaknya akan berupaya membantu Sukman Pulungan Sedaya mampu bersama  Subur Siregar Kuasa Hukum Sukman Pulungan.(WhatsApp Bisri)

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.