Sungai Batang Natal dan Tambang Emas Terus Menjadi Sorotan

MEMBICARAKAN Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal,Sumatera Utara,maka kita harus juga membicarakan ” Tambang Emas ” dengan memakai Escavator yang sudah tentu merusak lingkungan dilingkaran atau sepanjang Sungai(Aek) Batang Natal,yang kondisinya sangat keruh sekali.

Redaksi Malintang Pos Group di HUT ke-7 Januari 2021 dibanjiri WhatsApp bentuk protes dan ancaman dari No WhatsApp ketika dihubungi tidak aktif lagi,sehingga menyulitkan untuk konfirmasi lanjutan dari WhatsApp yang dikirim ke WhatsApp Redaksi.

Misalnya ” Hallo Redaksi, Sudah banyak terima Suap dari Penambang ia, makanya tidak mau menyoroti Tambang Emas Illegal,” dan ada juga yang mengirim ” Jalan -jalan dulu Bro ke Muarasoma – Simpang Gambir,biar ngak loyo Media mu Bos, Wartawan kok Mau Dibungkam ” serta ratusan kiriman WhatsApp lagi jika ditulis penuh tulisan ini dibuatnya.

Selain kepada Redaksi isi WhatsApp, juga banyak Ancaman dan juga sorotan kepada Polisi,Bupati Mandailing Natal,Ketua DPRD dan juga anggota DPRD asal Dapil 3 Mandailing Natal,yang mayoritas isinya dituding tidak punya kemampuan untuk menertibkan Tambang Emas yang memakai alat seperti Escavator.

Beberapa hari lalu Redaksi Malintang Pos Group dipimpin langsung Iskandar Hasibuan,serta 3 Wartawan melihat langsung kondisi Sungai Batang Natal dan mencoba bincang – bincang dengan warga dan juga sejumlah ASN di daerah Kecamatan Batang Natal dan Kec.Linggabayu.

Tokoh Pemuda di Kec.Linggabayu yang namanya tidak disebut di Kel.Muarasoma Kec.Batang Natal, mengakui bahwa soal Sungai Batang Natal sudah setingkat pencemaran dan air sungai tidak bisa digunakan seperti dulu lagi.

Tokoh Pemuda tersebut,malah mempersilakan Malintang Pos Group mengambil sampel dan melihat langsung keruhnya Air Sungai Batang Natal.

Bukan itu saja, kalau saja Air Sungai Meluap atau besar nanti, yakinlah Jalan disekitar Tikungan lewat Muarasoma atau dekat kantor PLN akan tergerus, sebaiknya Gubernur Sumut atau Kapolda Sumut,turun melihat kerusakan alam disepanjang Sungai Batang Natal,biar tidak timbul fitnah.

Kenapa..? Disatu sisi adanya Toke Emas yang memakai Alat Berat sangat menguntungkan bagi warga yang meleles disaat daerah kita dilanda Covid-19, sebab warga ada mata pencahariannya setiap harinya.

Sisi yang lain, kerusakan alam tidak terhindari, yang untung adanya Alat berat yang mengorek Tanah untuk mengambil Emas siapa..? Toke pemilik Tanah dan Pemilik Escavator,serta pihak -pihak lainnya,kalau masyarakat hanya diuntungkan ada bencana yang datang,lagi lagi rakyat nanti yang korban.

Kenapa Dibiarkan..? Sangat menjanjinkan bagi Toke nya, sekalipun ada Kades/Lurah,Camat,Kapolsek,DPRD,Bupati/Wakil Bupati,Kapolres,Kapolda Sumut dan Gubernur Sumut,tapi sampai sekarang di akhir Januari 2021 Tambang Emas disepanjang DAS Batang Natal,belum ada yang bisa untuk menertibkannya dan mungkin termasuk orang atau oknum yang mengirim WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos Group(Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.