Tambang Emas di DAS Batang Natal ” Buah Simalakama “

PERTAMBANGA Emas yang ada disekitar DAS(Daerah Aliran Sungai) Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal, Senin(15/11) dirapatkan Bupati Madina HM.Ja’far Sukhairi Nasution,dengan Forkofimda, OPD, Camat, Kades,serta APRI (Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia) untuk dilakukan Penertiban yang sebetulnya seperti pribahasa ” Buah Simalakama” jadinya.

Kenapa rupanya..?  ” Saat ini sedang diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi untuk dijadikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pertambangan Rakyat, agar pelaku tambang emas ilegal mendapat payung hukum untuk mendapat izin usaha pertambangan serta pembinaan dari pemerintah,” Ujat Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution dalam rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (15/11).

Sebaliknya, sejumlah elemen masyarakat, baik di Batang Natal, Linggabayu dan Kecamatan Natal, sudah berkali – kali melakukan protes agar sepanjang DAS distop aktivitas Pertambangan memakai alat berat atau Escavator, karena menimbulkan pencemaran di aliran sungai yang ada dihilir.

Selain itu, dengan masih beroperasinya ” Tambang Emas ” banyak juga masyarakat yang di untungkan dari beroperasinya Tambang Emas memakai Escavator, sehingga Bupati/Wakil Bupati, Kapolres, Dandim 0212/TS ” Serba Salah ” jadinya jika benar – benar Tambang Emas di sepanjang DAS ditertibkan.

Bupati Madina Waktu Rapat.

Bupati Madina HM.Ja’far Sukhairi Nasution, waktu rapat mengutarakan , bahwa sejalan dengan usulan WPR , perlu adanya pembenahan secara dini terhadap syarat-syarat setelah penetapan WPR ini.

“Salah satunya adalah tidak dibenarkan menggunakan alat berat seperti selama ini dilskukan,” ujar Bupati Madina HM.Ja’far Sukhairi.Nasution.

Kata Bupati, Pememerintah Madina Usulkan DAS dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat(WPR).

Kata Sukhairi, rapat yang dia pimpin agar dapat menghasilkan solusi , agar pelaku Tambang Emas yang saat ini masih beraktivitas menggunakan alat berat supaya berhenti beroperasi.(Bersambung Terus )

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Marsialapari: Ketika Tradisi Gotong Royong Tetap Relevan di Era Modern

    Ada hal-hal yang berubah begitu cepat dalam kehidupan kita. Cara bekerja berubah,cara berkomunikasi berubah, bahkan cara orang saling membantu pun perlahan mengalami perubahan. Dulu, ketika pekerjaan di sawah cukup berat…

    Read more

    Continue reading
    Merasa Dibodohi Kepala Desa, Warga Harapkan Bupati Madina Panggil Empat Kades di Siulangaling Untuk Klarifikasi

    SIULANGALING(Malintangpos Online): Empat Kepala Desa diwilayah Siulangaling ( Desa Ranto Panjang, Desa Lubuk Kapundung, Desa Lubuk Kapundung II dan Desa Hutarimbaru ) Kecamatan Muara Batang Gadis, melalui Surat Nomor :…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses