Tidak cukup Bukti, Dugaan Pungli Sewa Kios Pasar Binanga Dihentikan

Kadiskoperindag-saat-tinjau-pedagang-

PADANG LAWAS(Malintangpos Online):Kasus dugaan korupsi pungli sewa kios Pasar Binanga yang dibangun Tahun Anggaran 2014 oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Kadiskoperindagkop-UMKM) Kabupaten Padang Lawas (Palas) saat dipimpin oleh Ali Irfan Hasibuan telah dihentikan.

 Hal ini diungkapkan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Rony Samtana,S.Ik.,MTCP, Senin (10/4) kemarin

“Inikan perkara lama ya. Kalo tidak salah sudah dihentikan penyidikannya karna tidak cukup bukti,” ujar Kapolres

            Pasalnya, kasus dugaan korupsi pungutan liar sewa-menyewa  dengan nilai sebesar Rp20 Juta per-kios yang sudah bergulir sejak 2015 lalu itu dihentikan setelah gelar perkara, karena tidak cukup bukti.

            Saat ditanya terkait nomor SP3 perkara tersebut, Kapolres Rony meminta untuk ditanyakan kepada Kasat Reskrim Polres Tapsel. “ke Kasat Reskrim aja ya Pak,” Pungkasnya

            Diketahui, kronologi dugaan korupsi pungli sewa kios Pasar Binanga yakni, kasus ini mulai bergulir awal tahun 2015, yang mana adanya pemberitaan terkait korupsi pungli sewa kios Pasar Binanga sebesar Rp 20jt per-Kios.

            Kemudian melalui Polres Tapsel melakukan penyidikan,  sehingga dilaksanakan gelar perkara kasus tersebut di Dirkrimsus Polda Sumut pada Agustus 2015 lalu. Namun kasus tersebut ternyata sudah dihentikan penyidikannya oleh Polres Tapsel. (Edi)

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

 

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pasca Pengakuan Bendahara PT.DNG, Pencopotan Plt.Kadis PUPR Madina Terus Bergulir

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pasca pengakuan Bendahara PT.DNG di Sidang Tipikor PN.Medan,Rabu(15/10) setelah Ketua IYE Madina Farhan Donganta, kini giliran Sekretaris LSM.Genta Madina Chandra Siregar, mendesak Bupati H.Saipullah Nasution,SH.MM, untuk segera Mencopot…

Read more

Continue reading
Harta Tersisa di Badan, TP-PKK Padang Datang Membantu

PADANG(Malintangpos Online): Mulut Rina terdiam. Hanya matanya yang berkata lewat air mata yang mengalir deras. Isaknya ditahan dengan telapak tangan. Wanita dua anak itu menyaksikan banyaknya bantuan yang datang di…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses