Tinggal di Desa Simangambat TB, Guru Ngaji Dengan Kaki Palsu Yang Rusak

Ahyar di Temui Wartawam

Cacat Pisik tidak Mengurangi Semagat Seorang Pemuda Untuk Mengajari Ilmu Agama Kepada anak_anak yang ada Di Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara, Jum”at (9/4).

Meski tidak sempurna ia tidak prustasi dalam menjalani hidup, Cacat pisik tidak membuatnya lemah dan menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain seperti halnya yang sering kita temukan dijalanan.

Bermodalkan ilmu agama yang ia pelajari di pesatren sekitar tiga tahun lalu, sejak itu ahyar (29) Hampir setiap malam berjuang mendidik anak_anak yang ada di desanya untuk belajar mengaji Alqur’an dirumah orang tuanya, kegiatan ajar mengajar ilmu Agama ini sudah berjalan 4 tahun.

Ahyar menceritakan, “Sebelumnya saya tidak cacat pak!. kondisi saya seperti sekarang ini awalnya pada tahun 2014, saya mengalami kecelakaan kerja di provinsi riau 7 tahun lalu “ucapnya

Atas insiden itu, “Saya dan orang tua sudah berupaya simaksimal mungkin untuk menyembuhkan, namun tidak juga mendapatkan hasil, meski dengan berat hati terpaksa kedua tangan dan kaki sebelah kanan saya harus diamputasi “ujarnya

“Mengajar mengaji anak_anak di desa sudah 4 tahun berlalu, awalnya saya mengajar dari rumah satu ke rumah yang lain dengan sistem keliling. tapi sekarang sudah tidak keliling lagi karena kaki palsu bantuan dari dinsos yang saya pakai sudah rusak dalam dua tahun ini, sekarang mengajar dirumah saja, saat ini jumlah anak didik sebanyak 40 orang dan tidak dipungut biaya “Sebutnya

Pantauan awak media, kaki palsu bantuan dinas sosial sekitar 4 tahun lalu ini sudah rusak, dari sebagian alat bantu ini tampak diganjal dengan kayu agar bisa tetap dipakai meskipun tidak maksimal.

Kepada pemerintah dan juga sahabat yang berhati dermawan saya berharap kita dapat mendukung untuk membantu atau mengganti kaki palsu saudara ahyar si guru mengaji tokoh pendidik ini.(Syahren)

 

Admin : Dita Risky Saputri SKM

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.