Warga Aek Nangali Protes, Tangkap Pelaku PETI di Hulu Sungai di Kec.Batang Natal

AEK NANGALI(Malintangpos Online): Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) Merpati Putih Tabagsel, Abdul Haris.Hasibuan,SH, Mengutarakan Kemarahan warga Aek Nangali Keca.Batang Natal Kabupaten Madina, terus memuncak.

Kenapa Memuncak..? Karena Aktivitas penambangan ilegal di hulu sungai, tepatnya di kawasan Desa Ampung Julu, Kecamatan Batang Natal, kembali berlangsung terang-terangan.

” Warga mendesak aparat kepolisian segera turun tangan dan menangkap para pelaku tambang yang dianggap merusak lingkungan serta mengancam sumber air bersih ribuan penduduk” Ujar Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) Merpati Putih Tabagsel, Abdul Haris.Hasibuan,SH,Senin(17/11) di Alun – Alun Kota Panyabungan, usai menerima keluhan warga Desa Aek Nangali.

Kata dia, Selama beberapa minggu terakhir, air sungai yang menjadi kebutuhan vital masyarakat berubah keruh.

” Warga menilai kondisi itu bukan sekadar gangguan, melainkan bukti nyata bahwa operasi tambang di hulu semakin masif dan tak terkendali,” ujar Hasibuan.

Disebutkannya, Sungai ini sumber hidup kami. Kalau rusak, bagaimana kami bertahan? Kami sudah terlalu lama menahan keresahan.

Ia mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ilegal bukan hal baru. Para pelaku yang menggunakan alat berat Excavator disebut sudah tiga kali mencoba beroperasi diduga di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) itu.

Pertama tahun 2021 mereka masuk, warga mengusir. Kedua kali, kami laporkan ke aparat, baru mereka mundur.

” Sekarang ini yang ketiga kalinya mereka masuk lagi,” ungkapnya, menegaskan bahwa pola yang sama terus berulang karena tak ada tindakan tegas.

Dikatakan, Selain menimbulkan kerusakan ekosistem sungai, aktivitas ilegal tersebut dikhawatirkan memicu bencana seperti banjir bandang dan longsor.

Warga menyebut tanda-tanda kerusakan sudah terlihat jelas dan semakin mengkhawatirkan.

Mereka menuntut aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar peninjauan atau imbauan, ujarnya.

Warga menegaskan bahwa penindakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Ini bukan lagi soal tambang. Ini soal keselamatan kami. Kalau aparat tidak bertindak, siapa yang melindungi rakyat?” katanya dengan nada kesal.

Hingga kini, masyarakat Desa Aek Nagali menunggu respons cepat dan tegas dari aparat penegak hukum.

Mereka mengutarakan, akan melanjutkan aksi jika kerusakan lingkungan dibiarkan dan penambang ilegal tetap dibiarkan beroperasi.

Sedangkan, Kades Aek Nangali Fahrizal Hamonangan, Kapolsek Batang Natal,AKP.Hendra Sihaan, Camat Batang Natal. Wahyu dan Kapolres Madina,AKBP.Arie Sofandi Paloh.SH.S.IK, yang dikonfirmasi,Via WhatsApp nya, belum memberikan jawaban.

Sementara itu, Humasy Polres Madina,Ipda.FS.Simanjuntak yg dikonfirmasi Via WhatsApp nya, mengutarakan Trims infonya untuk sementara akan kami konfirmasi info tersebut( Isk/Ren)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Upaya Zero Accident MBG, Pemkab Madina Gelar Konsolidasi dan Evaluasi

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebagai upaya meniadakan kejadian menonjol dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi bersama…

    Read more

    Continue reading
    Satma AMPI Madina Apresiasi Langkah Tegas Kapolda Sumut, Dorong TN Batang Gadis dan Madina Bersih PETI

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Satuan Mahasiswa AMPI Kabupaten Mandailing Natal (Satma AMPI Madina) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumatera Utara, beserta jajaran atas langkah cepat, tegas, dan terukur dalam operasi penindakan Tambang Emas…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses