Wartawan di Madina Tetap Waspada dan Jaga Diri

Iskandar HasibuanPANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” Ketika saya membaca berita Online, yang memberitakan tentang Wartawan yang bersetatus PDP di daerah Tanggerang, meninggal dunia, langsung meneteskan air mata, ” ujar Iskandar Hasibuan yang Wartawan Gaek itu.

Kenapa rupanya..?  Karena si Wartawan ketika mau berobat ke RS rujukan tidak membawa surat rujukan, padahal Wartawan tersebut sudah PDP, inikah pelayanan di negara kita.

” Saudaraku Wartawan yang ada di Kab. Madina, tetap Waspada dan jaga diri dalam menjalankan tugas meliput terkait Covid -19, buka terang dan jelas semua fakta yg terjadi, saya khawatir dengan kejadian WD yg meninggal, ” ujar Iskandar Hasibuan, Minggu pagi(29-3) di Panyabungan.

Sebelumnya, informasi Kabar duka menyelimuti Dunia Jurnalisme. Tak kuat menahan rasa sakit akibat paparan virus Covid-19, WD menghembuskan nafas terakhir.

WD adalah seorang jurnalis otomotif. Cuitannya di akun Twitter pribadi sempat menjadi perbincangan hangat warganet. Apalagi, tulisannya di akun media sosial tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan.
“Pak Jokowi dan Dr Terawan, semoga bapak-bapak sehat. Mohon bantuan RS rujukan. Semalam saya di RSUD Kabupaten Tangerang, 5 jam tanpa tindakan. Saya tidak kuat. Sekarang saya di Eka Jaya Hospital, BSD. Harus balik lagi ke RSUD. Maaf merepotkan, terima kasih. Wassalamu’alaikum,” tulis WD pada Jumat (20/3) lalu.
Terkait hal ini, Kahumas RSUD Kabupaten Tangerang Muhammad Rifki, memberikan penjelasan.

“RSUD Kabupaten Tangerang ini memang RS rujukan Covid-19. Dia datang untuk berobat ke sini. Yang bersangkutan memang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Sayangnya, dia datang tidak membawa surat rujukan,” aku Rifki.

Sebagai sahabat terdekat, Presdir PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, mengungkapkan kesedihannya melalui akun Facebook.

“Dan tadi subuh, ketika berita duka itu terbaca di-WA, dan saya sampaikan ke istri, hati kami laksana teriris silet. Air mata pun tak bisa dibendung. Kesedihan bukan semata lantaran kami sulit datang memberi penghormatan terakhir ke rumah duka. Tapi, karena begitu banyak memori ketulusan dan keagungan persahabatan kami,” tulis Ko Hen.

Selamat jalan WD, doa kami semoga kau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.

Dan untuk rekan-rekan yang masih berjuang di lapangan, tetap siap siaga. Pastikan masker dan perlengkapan lainnya tersedia.(FMinaldo/Farah id/ RedMP)

 

Admin : siti putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.