WASPADA Penyakit TB “Jangan di Abaikan ” 

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Penderita TB diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke Puskesmas terdekat agar tidak menular ke keluarga dan masyarakat sekitar.

” Tuberkulosis atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis,” Ujar dr.Yulida Nehri Lubis, Ka.UPT.Puskesmas Panyabungan Jae, Senin( 01/08) kepada Wartawan.

Kata dia, TB umumnya menyerang paru tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain,seperti ginjal,tulang dan otak.

Gejala dari penyakit TB antara lain adalah Batuk selama 2 minggu atau lebih, demam, berkeringat di malam hari, berat badan menurun, badan terasa lemas dsb.

Kata dia, Bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi TB batuk atau bersin.

Dalam Upaya meningkatkan penemuan penderita TB dan juga meningkatkan kesembuhan pengobatan TB, UPTD Puskesmas Panyabungan Jae Kecamatan Panyabungan membuat kegiatan Inovasi TOR-TOR libas TB.

Inovasi TOR-TOR libas TB ini adalah singkatan dari :

T_T EMUKAN PENDERITA

O_ OBSERVASI DAN EDUKASI       PASIEN,KELUARGA DAN MASYARAKAT

R_RAJUT KERJA SAMA DENGAN JARINGAN DAN LINTAS SEKTORAL

T_TINGKATKAN PELAYANAN DAN PERAWATAN PASIEN TB

O_OBATI SAMPAI SEMBUH

R_RAPIKAN PENCATATAN DAN LAPORAN

Dengan harapan bahwa Inovasi ini bisa meningkatkan akses pelayanan TB bagi masyarakat dan juga bisa meningkatkan penemuan penderita TB yg masih ada di sekitar kita.

Untuk selanjutnya bisa di obati sampai sembuh. Dengan demikian angka TBC di madina serta di kecamatan panyabungan pada khususnya bisa di turunkan.

Dr.yulida Nehri Lubis, Kepala Puskesmas Panyabungan jae  menerangkan ke media bahwa Puskesmas tidak memungut biaya untuk pengobatan bagi masyarakat yang datang ke Puskesmas.

Di tambahkannya “Semua pengobatan dan pelayanan di Puskesmas tidak dipungut biaya apapun”

Dalam kasus penyakit TB, kita berharap masyarakat dapat datang untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan agar penyakit TB menurun di masyarakat dan tidak lagi menjadi masalah kesehatan di tengah – tengah masyarakat.

“Pengobatan penyakit TB harus dilakukan selama minimal 6 bulan, tidak boleh berhenti sebelum selesai masa pengobatan. “ ujarnya.

dr.Yulida juga mengatakan “Manfaat inovasi ini adalah agar 1.tercapainya angka penemuan penderita TB 2.tercapai angka kesembuhan minimal 85%  dari semua penderita BTA positif  yang di temukan di UPTD puskesmas Panyabungan Jae.

“Inovasi ini bisa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan cara memutuskan mata rantai  penularan sehingga penyakit TB tidak lagi menjadi masalah kesehatan di masyarakat” ungkapnya.

Kegiatan TOR-TOR  LIBAS TB ini sudah berjalan selama 2 tahun dan sudah membuahkan hasil, Saat ini cakupan penemuan penderita TB di UPTD Puskesmas Jae meningkat dan cakupan angka kesembuhan dari semua penderita baru BTA positif yang di temukan di UPTD puskesmas jae meningkat dan angka kesakitan dan kematian yang di sebabkan penyakit TB menurun.
Namun tentunya masih butuh upaya2 perbaikan dan dukungan dari seluruh lintas sektoral.

Puskesmas Panyabungan jae juga memberikan pelatihan bagi kader-kader TB dan juga ditugaskan di desa masing-masing dalam mencari warga yg bergejala terduga TB untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan hingga tahap penyembuhan.

Kader TB yang di tugaskan di desa masing-masing bertugas melakukan pengumpulan sputum (Dahak )dari rumah-rumah warga terduga TB .

Setelah sputum di kumpulkan dan diantar ke Halte2 TB yg ada di setiap desa & kelurahan dan di serahkan kepada ojek TB untuk di bawa ke puskesmas dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan uji lab di rumah sakit umum panyabungan.

Dr.yulida juga menjelaskan”kita juga lakukan kegiatan rutin , yaitu pengambilan spesimen sputum bagi warga binaan masyarakat di lapas kelas II b Panyabungan, yang mana mereka tidak dapat datang ke puskesmas jadi kita jemput bola.

Dengan Inovasi Tor-tor Libas TB ini kita mengharapkan agar Wilayah kerja UPTD Puskesmas Panyabungan Jae Bisa meningkatkan angka kesembuhan TB dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB ( Nanda)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.