Demo Pekerja Batu Pecah ke Taman Raja Batu Ditertawakan

Pemecah Batu warga Desa Padang Laru/Nanda

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Warga Desa Tebing Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur dan Desa Adianjior Kecamatan Panyabungan, mengaku geli sambil tertawa mendengar adanya ibu-ibu yang demo ke Taman Raja Batu, terkait usaha batu pecah.

Serta, warga Desa Manyabar dan juga Kel.Pidoli Dolok mengaku datang ke Taman Raja Batu, karena pengusaha yang mengelola batu pecah di daerah mereka uangnya tidak terbayar, sehingga mendatangi Bupati, bukan protes soal pengusaha yang mempunyai izin resmi.

Hal itu disampaikan oleh pekerja batu pecah, Kades dan sejumlah ibu – ibu yang datang ke Taman Raja Batu, kepada Wartawan, Senin(14/9) secara terpisah di Panyabungan Timur dan Panyabungan.

Kades Tebing Tinggi kepada Wartawan, sambil emosi mengatakan sebaiknya nama desanya jangan dibawa-bawa soal demo pekerja batu, karena sudah agak lama pekerja batu pecah di desa itu.

” Janganlah dibawa -bawa nama desa kita, warga saya jika ada keluhan mereka akan datang menjumpai kita, ” Ujar Kades.

Secara terpisah pekerja Batu Pecah di Desa Padang Laru Adam,  mengatakan Setahu saya tidak ada kami ataupun dari kelompok kami yang pergi unjuk rasa ke Taman Raja Batu karena Apabila ada pasti heboh dan gempar.

” tapi hingga saat ini kami pun tidak tahu kalau ada yang demo, kalau tidak wartawan yang bilang, jadi aneh dan lucu ia, ” Ujar Adam.

Sementara Kades Adion Jior Komar yang dihubungi Wartawan, sambil tertawa mengatakan pekerja pemecah batu..? mana ada warga ku pekerja pemecah batu.

” Batunya diambil dimana, demo ke Taman Raja Batu/Delegasi, ngak ada itu, mungkin ibu-ibu ngaku – ngaku saja, ngak ada warga saya, ” Ujar Kades Adian Jior Komar.

Sedangkan, Kades Manyabar Ali Musa Nasution, mengakui ada warganya pekeeja batu pecah, tapi ngak ada yang demo ataupun yang delegasi ke Taman Raja Batu.

” Setahu saya ngak ada warga kita demo/delegasi soal batu pecah, kecuali mungkin warga yang diarahkan atau dibayar ngak tau juga, karena setahu kita ngak ada, ” Ujar Ali Musa Nasutuon.

Sementara itu, informasi yang di peroleh Wartawan, baik di sepanjang Sungai(Aek) Pohon sudah lama juga tidak ada warga yang memecah batu seperti dulu( Nanda)

Admin : Iskandar hasibuan

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Kecam Dugaan Pembungkaman, SMSI Batu Bara : Sengketa Pers Ada Jalurnya, Bukan Intimidasi

    BATUBARA(Malintangpos Online): Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara mengecam keras dugaan praktik pembungkaman terhadap wartawan yang disebut dilakukan melalui berbagai skenario yang berpotensi mengarah pada kriminalisasi. Ketua Harian…

    Read more

    Continue reading
    Wakil Bupati dan Kapolres Madina Resmikan Jembatan Merah Putih di Aek Mata

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dan Kepala Kopolisian Resor (Kapolres) AKBP Bagus Priandy meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses