Malintang Pos Dituding Terima ” Suap ” Dari Penambang Emas Illegal

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sejumlah LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat), Mahasiswa dan Aktivis Lingkungan Hidup di Tapanuli Bagian Selatan(Tabagsel) menuding Media Malintang Pos Group, menerima Suap dari sejumlah Penambang Emas diwilayah Batang Natal.

” Ngak mungkin Redaksi Malintang Pos Group, tidak ada melihat alat berat dan Sungai(Aek) yang keruh di Batang Natal, kenapa tidak pernah ada berita Penambangan Emas, ” Ujar Ketua LSM. Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah mengawali pembicaraan di Kantor Malintang Pos Jalan Bermula Raya Kel. Panyabungan II Kec. Panyabungan Kab. Madina, Selasa(7/7).

Kata Khairunnisyah, mereka datang ke Pimpinan Malintang Pos Group menyampaikan aspirasi terkait penambangan Emas diwilayah Kec. Batang Natal dan Kecamatan Linggabayu yang semakin tidak terkendali.

” Kami heran dengan Malintang Pos Group yang tidak pernah mengangkat berita Sungai(Aek) Batang Natal, yang keruh dan lingkungan yang rusak, ” Ujar Ketua LSM tersebut.

Mahasiswa asal Batang Natal T. Nasution dalam kesempatan itu juga, mengakui sudah berkali-kali mengirim berita melalui WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos, tetapi tidak pernah naik beritanya, makanya kami mengajak orang yang peduli datang langsung ke Malintang Pos Group.

” Pernah kami dengar Pimpinan Malintang Pos setiap bulan terima suap dari penambang emas yang telah merusak lingkungan dan mengeruhkan Sungai(Aek)Batang Natal, ” ujar T. Nasution sambil menunjukkan WA yg dikirim ke Redaksi terkait foto Sungai yang keruh.

Aktivis Lingkungan Kab. Madina M. Farhanuddin Rangkuty, S. Sos, memperkirakan Pemda, Polisi, DPRD baik di Madina maupun di Tingkat Provinsi Sumatera, sama dengan Malintang Pos Group sudah terima suap dari penambang emas .

Alasannya..?  Malintang Pos tidak pernah mengangkat berita kondisi ril di lokasi penambang, pasti ada Wartawan Malintang Pos melihat, buktinya berita Dana Desa(DD) lancar.

Selain itu, baik Pemda, Polisi, DPRD juga tidak mungkin tidak mengetahui masalah Tambang Emas dan Keruhnya air Sungai(Aek) Batang Natal, minimal dari Akun Facebook, tapi mungkin sudah dapat bagian, mungkin ia, karena tidak pernah ada tindakan.

” Apakah kami harus mengumpulkan warga, Aktivis dan LSM turun ke Jalinsum baru ada tindakan, termasuk Malintang Pos, maunya jangan sampai seperti itu, ” Ujar Aktivis Lingkungan tersebut dihadapan Pimpinan Malintang Pos Group.

Pimpinan Umum Malintang Pos Group Iskandar Hasibuan, SE dalam penjelasannya, mengakui tidak pernah menerima Suap dari Penambang Emas agar berita jangan dinaikkan.

Tudingan itu saya klarifikasi, tidak ada Wartawan saya yang terima dari Penambang Emas, saya tau soal Tambang Emas dan air yang keruh di Sungai(Aek) Batang Natal.

Kenapa tidak diangkat berita…? ” Anggota DPRD asal daerah itu banyak, Tokoh masyarakat banyak. Aktivis banyak, mereka Bungkam, atau jangan-jangan mereka ikut bermain di dalam operasi Tambang Emas daerah itu, ” Ujar Iskandar Hasibuan.

Begitupun, ujar Iskandar, terima kasih kepada LSM, Aktivis, Mahasiswa yang percaya kepada Malintang Pos dan segera kita turunkan Wartawan untuk dibuat Liputan Khusus di Malintangpos Online, Youtube Malintang Pos dan Koran Malintang Pos.

” Saya klarifikasi, tudingan tetima Suap wajar, tapi Wartawan kita tidak pernah terima suap dari penambang emas, ” ujar Iskandar Hasibuan dan berjanji hari ini Selasa(7/7) turunkan Wartawan untuk meliput ke lokasi(Red)

 

Admin : Dita Risky Saputri Hasibuan, SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.