Pergantian Tahun Banyak Disalah Gunakan Karang Taruna Madina Desak Satpol PP dan Polisi Razia Pekat

 

Ketua Karang Taruna Madina Al Hasan Nasution

PANYABUNGAN (Malintangpos Online): Forum Pengurus Karang Taruna Kab. Madina mendesak Kapolres Madina dan Pemkab Madina untuk melakukan operasi razia penyakit masyarakat pada pergantian tahun 2016. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga suasana kondusifitas dan stabilitas yang  baik di bumi Gordang Sambilan.

Demikian disampaikan Ketua Karang Taruna Kab. Madina Al Hasan Nasution, S.Pd bersama pengurus karang Taruna lainya kepada Wartawan, Jum,at (30/12) malam di Sasana Krida Sekretariat Karang Taruna Madina Jl. Willem Iskander Dalan Lidang Panyabungan.

Dijelaskan, moment menunggu malam pergantian tahun masehi sangat cenderung dilakukan oleh para generasi muda untuk melakukan hal hal yang sangat tidak terpuji dan menodai adat istiadat, agama dan kultur masyarakat Madina yang dikenal dengan julukan “Serambi Mekkahnya Sumatera Utara”.

“Dekadensi moral dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda kita, khususnya dalam merayakan  malam tahun baru selama ini sudah pada titik nadir yang sangat membahayakan. Hal ini tidak bisa kita biarkan. Kita minta secara tegas kepada Polres Madina dan Satpol PP Madina untuk secara intens dan khusus mencermati fenomena ini.

Kita juga siap untuk membantu melakukan razia besar besaran ke sejumlah hotel, cafe, tempat hiburan, tempat rekreasi dan lain lain tentang operasi penyakit masyarakat ini pada malam tahun baru” tandas Al Hasan Nasution.

Ditambahkan, fenomena malam tahun baru selama ini seakan dipersepsikan oleh sebagian masyarakat sebagai malam kemerdekaan dan bebas untuk melakukan apa sajapun. “Kita bahkan mensinyalir bahwa agenda malam tahun baru sering disalahgunakan kalangan muda mudi sebagai sarana mengumbar syahwat prostitusi, pergaulan bebas, pesta miras, narkoba, judi dan lain lain”.

Untuk mensterilkan situasi yang sangat berpotensi tinggi merusak moral generasi muda, maka operasi razia ke berbagai tempat mulai dari hotel, tempat hiburan, mutlak untuk dilakukan” tandas mantan Ketua Umum PC. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Padangsidimpuan-Tapsel ini.

Al Hasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil dalam memantau dan mengawal lingkungan masing masing agar terhindar dari tindakan merusak akibat perayaan malam tahun baru yang kebablasan tersebut. Bila perlu mari galakkan jam malam dan ronda keliling untuk mengkontrol dan mengantisipasi penyakit masyarakat tersebut di wilayah masing masing.

Bahkan lebih ekstrim, Al Hasan menambahkan untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang tertangkap razia, dia mengusulkan agar jangan hanya diberi penyuluhan singkat kemudian dilepaskan. Tetapi bagi pelaku tersebut harus diarak keliling kampung untuk memberikan sanksi sosial untuk tidak menambah daftar kejahatan lebih panjang dikemudian hari.

Al Hasan menyeru kepada generasi muda Islam untuk tidak terlalu jauh terkontaminasi dengan budaya westernisasi, hedonisme, hura hura, pergaulan bebas di balik moment malam tahun baru tersebut. Tetapi harus lebih diisi dengan muatan kegiatan positif sebagai ajang refleksi/muhasabah untuk meningkatkan kwalitas diri yang lebih baik dan menanggalkan tradisi buruk dimasa akan datang.(putra)

Admin: Siti Putriani

 

Komentar

Komentar Anda

About Siti putriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.