PP.HIMMAH Minta Menteri Agama Berhenti Buat Gaduh

JAKARTA(Malibtangpos Online): Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali buat gaduh dengan bikin logo halal baru

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menetapkan label halal yang berlaku secara nasional yang membuat label versi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak berlaku lagi.

Pasalnya, beberapa hari ini logo halal dari Kementerian Agama tersebut menuai polemik.

Menanggapi itu Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (PP HIMMAH) Umar Banta Ali menilai kabijakan ini menjadi satu di antara rentetan kebijakan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang selalu memicu kegaduhan,Jakarta,Kamis 17/3/2022

“Dan sekali lagi saya katakan, emang Yaqut diduga kuat spesialis membuat kegaduhan dalam isu agama,” katanya.

Umar juga mempertanyakan urgensi dari mengubah logo halal yang selama ini sudah dikenal baik oleh masyarakat.

“Label halal dari MUI itu sudah sangat jelas,tidak ada perdebatan selama ini.Lagian apa sih urgensinya?”sebutnya.

Bukan tidak mungkin, kata dia, kegaduhan ini memang sengaja dibuat dan dimunculkan. Tujuannya, tidak lain untuk mengalihkan isu. Salah satunya isu penundaan Pemilu 2024.

“Kemenag berhentilah membuat gaduh. Fokus saja kerja untuk umat, jangan mengurus atau mengubah yang sudah bagus dan selama ini tidak pernah dipermasalahkan.” Katanya (WhatsApp DS)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Bentuk Konkret Bela Negara Mahasiswa Berupa Kesungguhan Dalam Belajar

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengatakan, di tengah kemajuan teknologi dan era digitalisasi bentuk konkret bela negara bagi mahasiswa adalah kesungguhan dalam belajar dan kemampuan berpikir…

    Read more

    Continue reading
    Ekscavator Dibakar Pemkab Madina Gagal Total dan ” Masuk Angin ” Menindak PETI

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Amuk massa yang berujung pada pembakaran tiga unit ekskavator tambang emas tanpa izin (PETI) di Kotanopan pada Minggu (4/10/2026) dini hari menjadi cermin kebuntuan aspirasi dan puncak kekecewaan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses