Penikmat Sunyi (2)

Seperti orang yang senang menertawakan penderitaan orang lain, tawaku kian nyaring. Aku tak peduli seberapa sakitnya kesepian yang dialami Burhan selama ini. Aku hanya ingin mencemoohnya, menertawakan mimpi-mimpi yang ia…

Read more

Continue reading
Penikmat Sunyi(1)

Sepekan yang lalu aku sempat berbicara dengan lelaki itu di serambi rumahnya. Lelaki  tua yang aneh menurutku. Bisa jadi ia begitu karena terlalu lama bercinta dengan segala kesepian.             Tak…

Read more

Continue reading